Health

Ada sebuah riset yang menemukan fakta menarik, yaitu otak perempuan akan berkembang lebih besar saat siklus haid.
Posted on Oct 26, 2017   |   Branding
Otak Perempuan Membesar saat Haid

Ada sebuah riset yang menemukan fakta menarik, yaitu otak perempuan akan berkembang lebih besar saat siklus haid. Hal itu terjadi karena adanya fluktuasi hormon estrogen yang mempengaruhi hippocampus yaitu daerah otak yang merupakan pusat ingatan, suasana hati, dan emosi. Penelitian ini dilakukan oleh Claudia Barth, lulusan Human and Brain Sciences di Max Planck Institute, Jerman, Barth melakukan penelitian terhadap 30 perempuan. 

Ia mengukur tingkat hormon estrogen di dalam darah, juga memindai MRI pada otak partisipan, di mana hasil dari pemindaian tersebut akan digunakan untuk mengukur volume otak setiap perempuan. Hasilnya, setiap kadar hormon estrogen meningkat, hippocampus rupanya juga ikut meningkat. Namun, belum jelas apakah ada pengaruh antara peningkatan volume hippocampus dengan perilaku perempuan saat siklus menstruasi. 

"Pada tikus, studi ini telah terbukti bahwa tidak hanya struktur otak saja yang berubah, tapi juga perilaku di siklus bulanan," kata Barth. Untuk itu, dibutuhkan studi lebih lanjut apakah hal serupa juga terjadi pada manusia atau tidak. Para peneliti mengatakan bahwa mereka akan melakukan langkah selanjutnya dengan percobaan kepada jumlah partisipan yang lebih besar guna meneliti hubungan perubahan volume hippocampus dengan perilaku. Barth menungkapkan, tujuan keseluruhan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara perubahan volume otak dengan sebuah kondisi bernama Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). 

PMDD bisa mempengaruhi suasana hati serta kecemasan seorang perempuan pada saat menjelang hari menstruasi. Hal ini terjadi pada satu dari 12 wanita. "Untuk mendapat pemahaman yang lebih baik dari gangguan ini, kami harus menemukan terlebih dahulu bagaimana ritme bulanan otak seorang wanita," kata Julia Sacher, kolega dari Barth. "Baru setelahnya kita bisa mengungkapkan perbedaan seseorang yang terkena dampak PMDD," tandas Sacher. 

Sumber: dokterdigital.com

foto: huffpost.com