Health

Kejang demam kerap menimpa anak usia 3 bulan - 5 tahun karena suhu tubuh mereka mudah naik.
Posted on May 20, 2020   |   Branding
Jangan Panik Bila Si Kecil Kejang

Kejang pada anak seringkali membuat orangtua khawatir dan bingung menghadapinya. Ada dua macam kejang, yaitu kejang yang disebabkan oleh demam tinggi (disebut juga kejang demam) dan kejang tanpa demam. 

Kejang tanpa demam disebabkan faktor neurologis, yakni trauma lahir, benturan di kepala, tumor otak, pendarahan otak, atau bisa juga akibat kekurangan oksigen, serta disebabkan faktor non-neurologis, misalnya kekurangan elektrolit akibat muntah, diare, gangguan peredaran darah, keracunan obat dan sebagainya.

Kejang demam kerap dijumpai pada anak usia 3 bulan hingga 5 tahun. Di usia tersebut, suhu tubuh gampang naik karena anak mudah terserang infeksi.  

Anak yang kejang demam mengalami kondisi sebagai berikut: hilang kesadaran dan berkeringat, tangan dan kaki kaku disertai gerakan-gerakan kejut yang kuat dan kejang-kejang selama 5 menit, keluar busa dari mulutnya atau muntah, gigi terkatup, bola mata terbalik ke atas, dan terkadang berhenti bernapas sejenak. 

Penting bagi orangtua untuk tetap tenang saat menangani anak yang kejang demam. Lakukan hal berikut: 

- Jangan menahan gerakan kejang anak.

- Pindahkan benda-benda keras dan tajam yang ada di sekitar anak agar ia tidak cedera.

- Miringkan posisi tubuh anak dengan kepala sejajar atau sedikit lebih rendah agar ia tidak menelan cairan       muntahnya sendiri.

- Keluarkan jika ada benda atau sesuatu dalam mulutnya saat ia kejang untuk menghindari tersedak.

- Jangan memberi obat dalam bentuk apa pun ke dalam mulutnya  saat anak mengalami kejang.

- Setelah benar-benar sadar, barulah anak dberika obat penurun panas.

Segera bawa ke dokter jika kejang berulang atau berlangsung hingga lebih dari 5 menit,  anak tidak sadar setelah kejang berakhir dan anak sulit bernapas. (red)

Foto: intermountainhealthcare.org