Wanita Lebih Rentan Terserang Hipertensi

Tips & Tricks - 07 Oct 2019

Hipertensi  lebih sering dianggap sebagai masalah kesehatan pada pria. Faktanya, pria dan wanita di usia 40, 50 dan 60-an memiliki risiko yang sama menderita tekanan darah tinggi. Setelah menopause, wanita benar-benar menghadapi risiko terkena hipertensi lebih tinggi dibanding laki-laki. Menurut pakar Hipertensi dr Arieska Ann Soenarta SpJP, FIHA, saat ini wanita di Indonesia, Thailand, Tiongkok dan Singapura sering mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi. Karena, mereka punya beban dan risiko penyakit sama dengan pria. "Di samping hormonal, gaya hidup wanita sekarang beda dibanding dulu. Saat ini wanita berkarir sekaligus mengurus rumah tangga. Inilah yang jadi beban penyamaan prevalensi dan kejadian penyakit yang dulu dikuasai kaum pria," jelasnya saat press conference The 10th Indonesian Society of Hypertension di Hotel Ritz Carlton, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.


Silent Killer

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah Pengertian hipertensi atau tekananan darah tinggi merupakan gangguan pada sistem peredaran darah yang dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas nilai normal, yaitu melebihi 140 / 90 mmHg.  Hipertensi adalah penyakit yang serius, bahkan disebut sebagai Silent Killer. Hipertensi jika berkelanjutan dapat meningkatkan risiko stroke, gagal ginjal, dan gagal jantung dan dimensia.

Hipertensi jarang menunjukkan gejala, dan pengenalannya biasanya melalui skrining, atau saat mencari penanganan medis untuk masalah kesehatan yang tidak berkaitan. Beberapa orang dengan tekanan darah tinggi melaporkan sakit kepala (terutama di bagian belakang kepala dan pada pagi hari), serta pusing, vertigo, tinitus (dengung atau desis di dalam telinga), gangguan penglihatan atau pingsan dan beberapa gejala seperti: jantung berdebar-debar, sulit bernapas setelah berkerja keras atau mengangkat beban berat, mudah lelah, wajah memerah dan hidung berdarah.

Hipertensi disebabkan oleh  banyak faktor, seperti genetika dan lingkungan, antara lain

1. Faktor genetik (tidak dapat dimodifikasi);

·Usia, hipertensi umumnya berkembang antara 35-55 tahun,

 Etnis, Afro-Amerika menempati risiko tertinggi terkena hipertensi,

 Keturunan, beberapa peneliti meyakini bahwa 30-60% kasus hipertensi adalah diturunkan secara genetis.


2. Faktor lingkungan (dapat dimodifikasi);

Diet, makanan dengan kadar garan tinggi dapat meningkatkan tekanan darah seiring dengan bertambahnya usia. 

Obesitas atau kegemukan, tekanan darah meningkat seiring dengan peningkatan berat badan. Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah dan cenderung terkena penyakit jantung koroner. 

Kondisi penyakit lain seperti diabetes melitus tipe 2 cenderung meningkatkan risiko peningkatan tekanan darah dua kali lipat.(red)

Foto: austinwholebodyhealth.com