Sumber Racun di Sekitar Rumah

Tips & Tricks - 15 Oct 2019

Banyak peristiwa keracunan terjadi di rumah.Umumnya anak-anak yang berusia di bawah 6 tahun menelan atau melakukan kontak dengan zat beracun. Kebanyakan zat-zat beracun tersebut dapat dengan mudah ditemukan di rumah.

Apa saja bahaya keracunan yang kerap menimpa anak-anak? Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan orangtua untuk mengurangi risiko keracunan pada anak.

1. Pembersih rumah tangga

Pembersih rumah tangga seperti deterjen, cairan  pembersih toilet, penghilang karat dan sebagainya dapat menyebabkan luka bakar kimia, kesulitan bernapas, penyakit pencernaan dan sebagainya. Orangtua disarankan untuk menyimpan semua pembersih rumah tangga sehingga tidak terlihat dan di luar jangkauan anak-anak. Jangan menyimpan pembersih rumah tangga di bawah wastafel yang umumnya terjangkau anak-anak. Sebaiknya simpan dalam kabinet yang terkunci. Jangan biarkan anak dekat dengan pembersih rumah tangga tanpa pengawasan, meski hanya sebentar.

2. Baterai tombol

Anak-anak berisiko tersedak atau tertelan baterai, khususnya baterai lithium atau biasa juga disebut baterai tombol -- yang digunakan untuk remote control, arloji dan perangkat kecil lainnya – bisa menyebabkan kerusakan jaringan yang parah, bahkan bisa menyebabkan kematian dalam beberapa jam setelan menelan baterai tersebut. Pastikan benda-benda yang menggunakan baterai tombol tertutup dengan rapat dan tidak dapat dijangkau atau dibuka oleh Si Kecil. 

3. Kosmetik dan produk kecantikan lainnya

Banyak produk kosmetik dan produk perawatan pribadi seperti obat kumur, pembersih wajah, aftershave dan sebagainya mengandung dosis alkohol setara dengan minuman beralkohol. Tentu saja produk ini dapat menyebabkan kejang, koma, dan bahkan kematian pada anak-anak jika tertelan. Produk lain seperti lem kuku yang digunakan untuk kuku buatan telah dikaitan dengan kasus keracunan sianida, atau menyebabkan luka bakar pada kulit dan mulut. Orang tua harus selalu menjaga barang-barang perawatan pribadi mereka berada di luar jangkauan anak-anak.

4. Obat-obatan

Simpan obat-obatan dalam wadah khusus. Jauhkan dari pandangan dan jangkauan anak-anak. Jangan berada di sekitar anak saat Anda minum obat, sebab anak sering meniru perilaku orang dewasa. Jangan pernah menyebut obat sebagai "permen" yang membuat anak berpikir itu bisa dimakan. Jika Anda ingin membuang obat-obatan yang sudah tak terpakai, campur terlebih dahulu dengan bubuk kopi atau sampai lainnya sebelum dibuang ke tempat sampah.

5. Timbal

Paparan timbal sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Timbal ada di udara, tanah, air dan produk-produk seperti furniture, cat tembok, pipa, mainan anak dan perhiasan. Bahkan dalam jumlah kecil, paparan timbal bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, termasuk keterlambatan perkembangan, mengurangi IQ dan masalah perilaku. Hal ini dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular, imunologi, dan endokrin. Pada paparan tingkat tinggi dapat merusak sistem saraf, otak, dan ginjal, serta menyebabkan terlambatnya pertumbuhan, masalah pendengaran, dan sakit kepala. Pada anak usia 12 hingga 18 bulan direkomendasikan untuk melakukan skrining timbal.

6. Pestisida dan herbisida

Bahan yang digunakan untuk membunuh serangga dan hama lainnya juga bisa membahayakan manusia, terutama anak-anak. Anak-anak umumnya tidak menggunakan sarung tangan  saat kontak dengan pestisida dan herbisida atau tidak mencuci tangan setelah kontak dengan zat tersebut. Jika orangtua memilih menggunakan produk pestisida dan herbisida, pastikan untuk menyimpanya di tempat yang aman dan terkunci rapat, serta mengikuti petunjuk dari produsen produk tersebut. Misalnnya, beberapa produk merekomendasikan agar anak-anak menjauhi daerah yang disemprot setidaknya 24 jam setelah produk diaplikasikan. 

7. Hidrokarbon dan cairan otomotif

Hidrokarbon (bensin, oli motor, minyak tanah, lighter fluid, cat kayu, thinner dan sebagainya) menjadi penyebab utama keracunan pada anak-anak. Bahkan dalam jumlah kecil dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius, seperti efek neurologis, kejang, kegagalan organ hingga kematian. Cairan otomotif lainnya, seperti antibeku dan cairan wiper, sama-sama berbahaya. Dalam jumlah kecil  berpotensi menyebabkan gagal ginjal, kebutaan, dan kematian.

Orang tua diminta untuk menyimpan cairan ini jauh jangkauan anak-anak. Idealnya disebuah gudang terkunci atau lemari terkunci yang diletakkan di garasi, atau luar rumah. Jangan pernah menuangkan cairan berbahaya ke dalam botol soda kosong atau wadah makanan, yang dapat dibuka anak-anak. (red)

Foto: babygooroo.com