Panduan Merawat Bayi Baru Lahir

Tips & Tricks - 04 Jul 2019

Setelah menanti selama 9 bulan, akhirnya Si Kecil lahir ke dunia. Hidup baru pun dimulai. Kegembiraan akan hadirnya bayi mungil boleh jadi bercampur dengan rasa bingung dan khawatir tentang bagaimana merawatnya. 

Ya, bayi yang baru lahir memiliki banyak kebutuhan dan perlu perhatian khusus. Perawatan bayi berhubungan dengan cara memandikan, membedong, merawat tali pusar dan sebagainya. 

Berikut panduan dasar merawat bayi bagi orangtua yang baru pertama kali memiliki anak:

Memandikan

Mandi adalah cara terbaik untuk menjaga bayi tetap bersih, dan harus dilakukan dengan benar dan hati-hati oleh orangtua. Sebelum memandikannya, pastikan air mandinya hangat (36 – 37 derajat Celcius). Siapkan perlengkapan setelah mandi seperti handuk di dekat Anda, agar segera bisa mengeringkan bayi. 

Saat mandi, bersihkan matanya dengan kapas yang telah dibasahi air masak dingin, lalu bersihkan bagian wajah, hidung dan mulutnya. Untuk badan dan kepala, gunakan sabun bayi dengan PH balance agar tidak pedih di mata. Setelah mandi dan dikeringkan, baluri dengan minyak telon agar bayi merasa hangat dan nyaman.


Membedong

Membedong atau swaddling adalah teknik yang harus dipelajari orangtua. Saat dibedong, bayi akan merasa nyaman dan aman karena merasa seperti dipeluk atau mengingatkannya pada suasana dalam rahim ibu. Membedong juga membantu membatasi refleks kejut yang dapat membangunkan bayi. Umumnya bayi hanya sampai usia 1- 2 bulan saja dibedong. 


Merawat Tali Pusar

Perawatan tali pusar bayi yang tepat sangat penting dilakukan agar tidak terjadi infeksi. Selalu ganti kain kasa pembungkus tali pusar dengan kain kasa baru setelah mandi. Lalu bersihkan tali pusar dengan menggunakan kapas yang diberi sedikit larutan alkohol 70%. Sampai tali pusarnya puput (lepas), sebaiknya jangan memandikan bayi dengan posisi berendam. Jika daerah pusar bayi terlihat merah dan bernanah sebaiknya segera bawa ke dokter.

Penggunaan Popok 

Sebelumnya mungkin Anda telah memutuskan untuk menggunakan popok kain atau popok sekali pakai. Apapun yang Anda gunakan, Si Kecil akan mengotori popok 10 kali dalam sehari, atau 70 kali dalam seminggu. Lakukan mengganti popok dengan cara yang tepat. Pastikan tangan Anda bersih, demikian juga dengan popok bayi. Bersihkan kotoran bayi dengan teliti dan tuntas menggunakan kapas basah, jangan sampai ada yang ketinggalan. Bilas dengan air hangat dan keringkan. Pasang popok baru dengan posisi yang tepat sehingga bayi merasa nyaman. Untuk bayi perempuan, saat membersihkan area sekitar vagina dan anus, mulailah dari bagian belakang lalu ke arah depan, untuk menghindari bakteri yang ada di sekitar anus menuju vagina. Bersihkan hanya di area bibir vagina.Tak perlu menyentuh daerah yang lebih dalam.


Menyusu dan Bersendawa

Bayi baru lahir harus disusui setiap 2 sampai 3 jam. Ibu harus menyusui hingga payudara terasa kosong, baru kemudian pindah ke sisi payudara yang lain. Pelajari cara menyusui dengan  benar agar bayi Anda efektif dalam menyusu. Perhatikan pula apakah Si Kecil kenyang menyusu. 

Ciri-ciri bayi kenyang susu antara lain, ia melepas payudara dengan sendirinya, mengantuk, dan terlihat relaks, tertidur hingga akhirnya merasa lapar kembali. Pada saat menyusu, bayi sering menelan udara yang bisa membuatnya rewel. Anda bisa mencegah hal ini dengan sering-sering menyendawakan bayi.  Berikut ada beberapa cara menyendawakan bayi:

Menaruh di Pundak 

Gendong bayi di pundak dengan wajah menghadap ke belakang. Dengan satu tangan pegang bagian pantatnnya, sementara tangan yang lain memegang leher dan menepuk-nepuk punggungnya.


Posisi Setengah Duduk di Pangkuan 

Posisi bayi setengah duduk. Dada dan kepala menjorok ke depan. Sangga leher lalu tepuk-tepuk bagian lambungnya. Bayi akan sendawa. Hindari memangku bayi dengan posisi mendatar, karena menyebabkannya muntah.


Posisi Telungkup 

Telungkupkan bayi di pangkuan. Tepuk-tepuklah bagian punggungnya. Usahakan posisi dada lebih tinggi dari perut. Selain membuat udara di perut keluar, posisi ini bisa membuat bayi lebih rileks.


Metode tick tock

Metode ini akan membuat udara dari lambung bayi akan keluar melalui sendawa. Pegang bayi di bawah ketiaknya, kemudian tahan bagian kepala dan leher bayi dengan jari. Biarkan kaki bayi menjuntai atau mengayun dengan bebas. Pegang bayi sehingga menghadap sejajar dengan wajah Ibu, kemudian miringkan bayi dari samping ke samping dengan perlahan. Saat bayi tampak akan bersendawa, pindahkan dari hadapan muka Ibu, terutama jika sendawa bayi disertai dengan air liur.

Menangani Bayi Baru Lahir

Si Kecil yang baru melihat dunia tampak rapuh. Hal ini bisa mengintimidasi Anda, khususnya bila belum terbiasa. Ada hal mendasar yang harus Anda ingat dalam menangani bayi yang baru lahir: 

Cuci bersih tangan Anda sebelum memegang Si Kecil. Bayi yang baru lahir belum memiliki kekebalan tubuh yang kuat sehingga rentan terhadap infeksi. Pastikan, setiap orang yang ikut menangani Si Kecil juga selalu membersihkan tangan.

Hati-hati saat memegang kepala dan leher bayi. Sebaiknya letakkan satu tangan di bawah kepala bayi untuk memberikan dukungan, sekaligus menjaga tangan Anda yang lain di bagian bawah untuk membantu menjaga leher bayi.

Jangan pernah mengguncang bayi karena getaran yang kuat bisa menyebabkan 

pembuluh darah di otak pecah dan menimbulkan pendarahan di otak. (red)