Mendorong Prilaku Baik Si Kecil

Tips & Tricks - 21 Nov 2019


Balita memang kerap mengalami tantrum  (letusan emosi) dan masalah perilaku lainnya. Saat mereka tidak mampu mengungkapkan rasa frustasi karena tidak terpenuhi keinginannya, hal ini dapat menyebabkan anak tantrum. Anda bisa mengajarkan Si Kecil untuk berperilaku baik dengan memberikan cinta, perhatian, pujian dan dorongan. Tips berikut ini bisa Anda pertimbangkan:

 

1. Tunjukkan Cinta Anda

Pastikan Anda lebih menunjukkan kasih sayang melebihi hukuman atau konsekuensi yang Anda terapkan pada anak. Pelukan, ciuman dan kehangatan Anda akan meyakinkan Si Kecil bahwa ia dicintai oleh orangtuanya. Pujian dan perhatian juga akan memotivasi anak untuk mengikuti aturan.

 

 

2. Terima Anak Apa Adanya

Seiring pertumbuhan anak, ia akan menampilkan ciri kepribadian tertentu. Beberapa karena dipelajari dari lingkungan, selebihnya karena genetik. Hormati kepribadian anak dan tidak mengharapkannya jadi seperti Anda. Hindari melabeli emosi anak dengan kata-kata negatif. Dukung ia untuk merasa percaya diri.

 

3. Membatasi Aturan

Daripada membebani anak dengan segudang aturan (yang akan membuat anak frustasi), lebih baik memprioritaskan yang terpenting, misalnya aturan untuk keselamatan. Untuk aturan yang lainnya bisa ditambahkan sedikit demi sedikit.

 

Mencegah Tantrum

Lazim bagi balita mengalami tantrum. Namun Anda bisa mengurangi frekuensi, durasi atau intensitasnya emosinya dengan tips berikut ini:

 

-       Ketahui batas anak Anda. Ia mungkin berperilaku buruk karena tidak mengerti atau tidak dapat melakukan apa yang Anda minta.

 

-       Jelaskan pada anak bagaimana cara mengikuti aturan. Daripada mengatakan, “Jangan berebut” lebih baik Anda memberikan saran pada anak agar acara bermain jadi lebih santai, seperti “Mengapa tidak bergiliran saja menendang bolanya?”

 

-       Jangan bereaksi berlebihan saat anak mengatakan ‘tidak’ pada Anda. Sebaliknya,  dengan tenang ulangi permintaan Anda pada anak.

 

 

-       Katakan ‘tidak’ pada anak hanya bila diperlukan saja.

 

-       Dorong kemandirian anak dengan membiarkan ia memilih sendiri piyama atau dongeng pengantar tidur.

 

-       Hindari situasi yang dapat memicu tantrum, misalnya anak berada dalam situasi yang mengharuskan ia hanya duduk diam dan tidak bisa bermain. Rasa lelah dan lapar juga dapat memacu tantrum.

 

-       Mendorong anak untuk berkomunikasi dengan baik, sehingga ia bisa mengungkapkan perasaannya.

 

Jika anak masih tantrum, Anda harus tetap tenang dan sebisa mungkin alihkan perhatiannya. Abaikan tangisan atau teriakannya. Berikan anak waktu untuk menenangkan diri.

 

Menegakkan Hukuman atau Konsekuensi

Meski Anda sudah melakukan upaya terbaik, namun ada kalanya anak akan melanggar aturan. Apa yang harus Anda lakukan?

 

-       Konsekuensi alami. Biarkan Si Kecil merasakan konsekuensi dari perilakunya (selama tidak membahayakan anak). Jika anak melempar atau merusak mainannya, maka ia tidak akan punya mainan lagi untuk bermain.

 

-       Konsekuensi logis. Buatlah hukuman atau konsekuensi atas tindakan Si Kecil. Katakan padanya jika ia tidak membereskan mainannya, Anda akan menyimpan mainan tersebut sepanjang hari sehingga ia tidak bisa bermain.

 

-       Berikan  time out. Saat anak bertingkah negatif, beri peringatan. Jika perilaku buruknya terus berlanjut, beri ia timeout. Metode ini biasanya dijalankan dengan menggunakan sudut ruangan bersih dan menempatkan anak pada sebuah kursi kecil seukuran tubuhnya. Yang mana kursi ini akan menjadi sudut diam mereka, dimana mereka bisa berdiam diri dan merenungkan kesalahannya. Metode time out bisa diberlakukan setelah anak usia berusia dua tahun sesuai dengan perhitungan umur mereka. Patokannya adalah 1 menit untuk satu tahun umur anak. Jika anak anda berusia 6 tahun, maka ketetapan waktu yang bisa Anda berikan adalah 6 menit. Pastikan Si Kecil tahu mengapa ia mendapat hukuman timeout. Ajak anak bicara setelah mendapat timeout. Jelaskan padanya bahwa apa yang anda lakukan semata-mata demi kebaikannya.

 

Apapun hukuman yang Anda pilih, Anda harus konsisten menjalankannya. Jangan pernah memberikan hukuman emosinal dan fisik yang membahayakan anak, seperti berteriak, menampar, memukul dan sebagainya.

 

Memberikan Contoh yang Baik

Anak-anak belajar berperilaku dengan mencontoh orangtuanya. Cara terbaik untuk menunjukkan anak Anda bagaimana berperilaku adalah menetapkan contoh positif baginya untuk diikuti. (RED)