Jangan Takut Anak Main Video Games

Tips & Tricks - 01 Nov 2019

Saat kecil dulu, mungkin permainan kita hanya sebatas permainan tradisional yang bisa melatih motorik kasar dan halus. Namun semakin berkembangnya teknologi, banyak mainan canggih yang bisa merangsang intelejensia, salah satunya adalah video games. 

Banyak orang berpendapat bahwa bermain video games berdampak sangat buruk bagi pertumbuhan anak. Namun ternyata hal tersebut tak sepenuhnya benar, karena video game justru bisa meningkatkan fungsi kognitif (kemampuan menerima, mengolah, menyimpan dan menggunakan semua sensorik secara baik). Bahkan sebuah penelitian dari Inggris mengatakan bahwa bermain video game seperti Star Craft misalnya, bisa meningkatkan fleksibilitas yang merupakan komponen penting untuk belajar. Bertolak belakang dengan hal ini, kebanyakan orangtua enggan membelikan anaknya video game karena takut anak menjadi malas belajar, lupa waktu dan asyik sendiri dengan permainannya. Namun ada juga orangtua yang sengaja membelikan video game beserta perangkatnya agar si anak betah di rumah dan agar tidak terpengaruh dengan pergaulan buruk di luar.

Fakta Penting
Penelitian lain menunjukkan bahwa bermain video game membuat anak-anak menjadi lebih tangguh dan membuat mereka lebih fokus. Sebuah artikel yang dikutip dari Harvard Business Review mengatakan sejumlah penelitian menunjukkan bahwa video games bisa memberi manfaat lebih kepada seseorang yang terlibat dalam kegiatan yang dianggap non produktif. Menurut data yang ada, orang-orang di seluruh dunia menghabiskan 300 juta menit per hari untuk bermain Angry Birds, bahkan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, pun mengaku sebagai pecandu berat Angry Birds. Bisa dibilang video games membuat mereka menjadi kreatif dan tertantang untuk melakukan performa yang lebih baik. Karena di setiap game, pasti ada tingkatan tertentu, yang otomatis memaksa kita untuk berpikir mencari cara terbaik untuk melewatinya. Dengan kata lain, bermain video game bisa membuat kita menjadi lebih fokus, ulet dan tangguh.

Mengobati Cidera Otak

Selain itu, ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa bermain video game yang berkaitan dengan taktik dan hafalan, bisa membantu anak-anak berpikir lebih fleksibel. Cara berpikir yang dimaksud adalah kemampuan anak untuk memikirkan banyak hal dalam satu waktu atau kemampuan untuk berganti fokus dengan cepat. Penemuan ini menurut para peneliti sangat bermanfaat  bagi anak-anak yang mengalami cidera otak dan yang mengidap ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak, hingga menyebabkan aktivitas yang tidak lazim serta cenderung berlebihan. Efek negatif dari video games pasti tidak bisa hilang begitu saja, salah satunya, menyebabkan kecanduan bila tak bisa mengontrolnya dengan baik. Karena itu, kita sebagai orangtua harus pandai-pandai menyikapi dan menyiasatinya. Pertumbuhan gadget dan sejenisnya begitu pesat akhir-akhir ini. Kita tidak mungkin mencegah dan menghalanginya. Yang bisa kita lakukan adalah mengambil dan menyerap hal-hal positif dan mengontrolnya agar tidak salah atau berlebihan dalam menggunakannya.

Peran Orangtua
Untuk menciptakan suasana bermain video game yang positif, butuh peran serta dan ketegasan orangtua, khususnya ayah. Beberapa jenis video game memang bisa mengajarkan kita bersikap kritis, lebih seru lagi kalau kita bermain secara multi player (lebih dari satu pemain). Karena saat kita bermain dengan banyak orang atau berkelompok, bisa meningkatkan kemampuan untuk sosialisasi dan bekerja sama. Dalam pemilihan video games, usahakan memilih permainan yang tidak mengandung unsur kekerasan atau pornografi. Ajak anak berkompetisi dengan Anda, namun tetap tanamkan dalam diri mereka kalau kita bisa menang ataupun kalah dan itu tergantung dari usaha mereka sendiri. 

Hadiah dan Hukuman
Dalam bermain video game, harus dibatasi waktu. Kalau bisa, batasi anak bermain game maksimal hanya 2-3 jam saja. Orangtua harus tegas dalam membatasi bermain, jika anak melanggar harus ada sanksinya. Misalnya tidak boleh bermain game lagi untuk beberapa minggu. Ada sanksi, tentunya harus ada reward juga. Buatlah kondisi pemahaman di mana untuk bisa bermain video game adalah hadiah terhadap prestasi yang dibuat anak. Tulis dalam secarik kertas, syarat-syarat untuk bermain video game. Misalnya boleh bermain video game, asal pelajaran sekolah tidak boleh dilupakan atau boleh bermain sepuasnya saat libur. Intinya, buatlah suasana yang menyenangkan bersama anak, agar ke depannya mereka juga memiliki tanggung jawab, bukan hanya kepada diri sendiri, namun juga kepada keluarga. Siap mencoba? (DL)

Tips Sehat Bermain Video Game


Batasi Waktu
Jika sudah ketagihan bermain video game, anak cenderung lupa waktu. Terkadang perjanjian awal hanya dua jam, namun tiba-tiba bisa molor menjadi empat jam, misalnya. Dalam hal ini orangtua harus tegas, karena bila terlalu lelah bermain video game akan berdampak buruk pada kesehatan fisik si anak. Mereka akan lupa makan dan lupa mengerjakan tugas utama mereka.

Memilih Game
Usahakan memilih game yang tidak membuat kecanduan untuk memainkannya. Hal ini biasanya terdapat di game online, karena untuk mencapai level tertentu, kadang kita harus menghabiskan waktu yang lama, bahkan ada yang bermain game ini hingga bertahun-tahun lamanya.

Jangan Terlalu Sulit
Permainan yang sulit kadang bisa memicu emosi dan akhirnya membuat si anak marah-marah. Hasilnya terkadang joystick atau keyboard bisa menjadi sasaran kemarahan mereka. Boleh saja sih bermain game yang kadarnya sedikit sulit, tapi sebaiknya bersama orang yang lebih dewasa, agar anak mendapat bimbingan.

Menyenangkan
Banyak game yang bisa meningkatkan kemampuan berpikir seperti game puzzle, game ingatan, game strategi dan sebagainya. Selain itu ada juga game lucu yang bisa menghibur saat memainkannya. Intinya game dibuat untuk membuat kita senang, memotivasi kita, bahkan menghilangkan kejenuhan.

Ajak Teman
Lebih seru lagi jika anak kita bisa mengajak temannya untuk bermain game. Selain bisa diawasi di dalam rumah, anak kita juga bisa belajar berkompetisi secara sehat dengan teman sebayanya.