Cara Mengatasi Anak Manja

Tips & Tricks - 11 Aug 2019

Setiap orangtua tentunya ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Namun ada kalanya “pemberian” orangtua disalah artikan dan membuat anak menjadi lembek.  Memberikan yang terbaik belum tentu akan bermanfaat, malah membuat mereka jadi anak yang gampangan dan manja. Apalagi anak dibiasakan hidup dengan kenyamanan dan tidak pernah merasa sulit dalam hidupnya, karena minta apa saja pasti akan diberi oleh orangtuanya. Melihat hal ini kita sebagai orangtua perlu waspada dengan pola pengasuhan kita pada anak. Karena didikan yang kita terapkan akan berdampak pada masa depan mereka. Berikut beberapa tips, agar anak tidak manja dan dapat mandiri.

1.    Jangan Banyak Aturan

Boleh saja protektif pada anak, namun kalau terlalu banyak dikekang, anak justru tidak bisa berimajinasi, dan berekspresi. Memang rasa keingintahuan anak, membuat anak ingin mencoba berbagai hal dan ini membuat khawatir orangtua, kalau akan terjadi hal-hal yang buruk pada anak mereka. Namun Larangan justru akan membuat anak penasaran. Yang harus dilakukan adalah berkomunikasi dengan anak dan temukan solusi bila anak memiliki masalah.

2.    Ajari Mandiri

Terkadang kita sebagai orangtua suka luluh, bila anak kita merengek minta dibelikan sesuatu dan takut kalau anak kita terluka hatinya. Walaupun kita sangat mencintai anak kita, bukan berarti harus menuruti semua keinginannya. Karena bila kita melakukan hal ini, kita membuat anak kita menjadi manja dan selalu mengandalkan orang lain. Jika sejak kecil sudah dimanja, kedepannya anak akan malas dan berpikir kalau segala sesuatunya bisa diperoleh dengan mudah. Ajarkan pada anak agar selalu berusaha agar belajar mandiri. 

3.    Jangan Menakuti

Terkadang agar anak kita takut, orangtua sedikit berbohong, menakut-nakuti anak dan mengancam mereka. Beritahu yang benar pada anak, contohnya : “dik, ayo tidur besok kan kamu sekolah.” Jangan orangtua malah malah mengancam seperti, “Cepat sana tidur, kalau tidak tidur papa pukul ya!” Atau “Dik, kalau tidak tidur, nanti didatangi setan loh!” Beritahu anak dengan cara yang baik dan tidak perlu mengancam. Dengan hal ini anak bisa lebih mengerti dan patuh pada anda.

4.    Tidak Pada Hukuman Fisik

Marah boleh asal tujuannya untuk mendisiplikan anak dan bukan memakai kekerasan fisik yang bisa melukai anak. Walaupn kesal pada anak, usahakan jangan memukul mereka. Kekerasan fisik hanya akan membuat anak terluka dan pasti berdampak pada pertumbuhan jasmani dan emosional mereka. Hukuman fisik tentu akan menakuti anak, namun hal ini membuat anak tidak menghormati kita. Selain itu anak menjadi keras kepala dan cenderung memberontak. (DL)

 foto: connectedfamilies.org