Family Guide Indonesia

Menyusui Bayi Prematur

Tips & Tricks - 24 Jun 2020

Karena lahir lebih awal, bayi prematur memiliki kebutuhan yang lebih khusus dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan. Salah satunya adalah asupan nutrisi. Pemberian ASI bagi bayi prematur merupakan tugas penting ibu meskipun hal tersebut tidak selalu berjalan dengan mudah. 

Bayi Prematur adalah bayi yang lahir sebelum 37 minggu umur kehamilan, artinya lahir kurang bulan menurut masa gestasi (usia kehamilan). Sedangkan kehamilan yang cukup bulan adalah 37-41 minggu. Dibanding bayi yang lahir cukup bulan, bayi prematur cenderung bermasalah. Salah satunya, bayi prematur tidak mampu minum ASI sebagaimana mestinya karena lemahnya refleks hisap mereka. 

Tips berikut ini bisa membantu ibu memberi ASI pada bayi prematur hingga mengajarinya menyusui langsung di payudara ibu.

1. Pompa ASI lebih awal dan sering

Jika bayi lahir lebih dini, maka tidak mungkin bagi ibu untuk bisa segera menyusuinya. Hingga usia 32 minggu, bayi belum mampu mengisap, menelan dan bernapas saat menyusui. Jadi ASI akan diberikan melalui selang yang dimasukkan ke lubang hidung atau mulut bayi. Sebelum menyusui langsung dari payudara, bayi prematur bisa diberikan ASI dengan botol yang dilengkapi dot. Pemberian ASI dengan botol membantu menimbulkan refleks daya hisap pada bayi.Ibu yang sedang menyusui bayi prematur harus sering memompa ASI. Ibu bisa meningkatkan pasokan ASI dengan menggunakan breast pump. Lakukan  cara berikut ini agar suplai ASI bisa berlimpah: 

-  Memompa ASI lebih awal: Jika ibu melahirkan bayi prematur, mereka mungkin agak kewalahan akibat kondisi bayi dan pengalaman melahirkan prematur itu sendiri. Jadi, ibu mungkin tidak lantas kepikiran untuk memompa ASI. Tapi, memompa ASI sesegera mungkin bisa membuat pasokan ASI melimpah. Idealnya, memompa ASI pertama kali adalah 6 jam setelah ibu melahirkan.

-  Memompa ASI lebih sering: Bayi prematur perlu diberi susu lebih sering dibanding bayi cukup bulan karena mereka membakar kalori lebih cepat. Buatlah rencana untuk memompa ASI 8 kali sehari. Ibu harus memompa setiap 2-3 jam pada siang hari dan setiap 3-4 jam pada malam hari atau selama bekerja. 

-  Usahakan selalu memeluk dan melakukan kontak kulit sesering mungkin dengan bayi untuk menumbuhkan kedekatan antara ibu dan bayi. Cara ini juga dapat merangsang ibu memproduksi ASI.

2. Perhatikan cara menyimpan ASI

Setelah memompa ASI, jangan lupa memperhatikan cara menyimpannya. Gunakan wadah yang bersih dan steril untuk menyimpan ASI, kemudian simpan ASI yang sudah diperah di dalam lemari pendingin (kulkas atau freezer). Sebaiknya beri tanggal kapan ASI tersebut diperah sehingga ASI yang pertama dipompa bisa lebih dulu digunakan. Jika ASI hendak digunakan, cairkan dengan menggunakan air hangat. Jangan pernah mencairkan ASI dengan air panas karena bisa merusak komponen ASI yang penting dan bermanfaat.

3. Ajari mengisap ASI langsung dari payudara

Setelah bayi mengembangkan refleks mengisap dan suhu tubuhnya normal dan tidak mengalami penurunan suhu tubuh, mulailah ajari bayi untuk mengisap ASI langsung dari puting payudara. Jika bayi masih kesulitan, berikan ASI dengan menggunakan cangkir dan sendok. Jangan menuangkan ASI langsung ke mulutnya, tapi biarkan bayi menjulurkan lidah untuk menjilat ASI. 

4. Perhatikan berat badan bayi

Intensitas pemberian ASI akan memperlihatkan kenaikan berat badan bayi. Jika kenaikan bobot lambat, susui bayi agak lama sehingga mendapatkan ASI hindmilk, yaitu  ASI yang keluar setelah beberapa menit bayi menyusu, warnanya putih, kental dan kaya lemak (4-5 kali lebih banyak dari foremilk, yaitu ASI yang keluar pada lima menit pertama). Kalori hindmilk yang tinggi mengenyangkan dan membantu meningkatkan berat badan bayi. (red)

Foto:  fristcryparenting