Kamar Berantakan Berarti Cerdas

Tips & Tricks - 12 Mar 2019

Rasa kesal bercampur geregetan bila melhat kamar anak yang selalu berantakan seperti kapal pecah. Ada saja yang dibuat si kecil, seperti meletakan sembarangan mainannya, loncat-loncat diatas kasur, atau hanya sekedar membaca dan membiarkan buku mereka berserakan di meja belajar. Sebagai orangtua tentunya kita ingin melihat kamar anak selalu bersih dan terlihat rapih. Namun jangan khawatir, karena dibalik berantakan itu ternyata ada nilai positif yang akan didapat.

Memiliki kamar atau ruangan yang berantakan tidak selalu menandakan orang yang tinggal dalam rumah itu malas. Hal ini didukung oleh fakta mengejutkan yang datang dari University Of Minesota, Amerika Serikat yang mengungkapkan bahwa orang yang bekerja maupun bermain dengan ruangan yang berantakan, mempunyai kreativitas tinggi. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science yang memberi kesimpulan bahwa kamar orang yang berantakan cenderung suka dengan tantangan dan menggunakan pikiran mereka untuk mengerjakan ide-ide baru baru yang tidak biasa (out of the box). Nah bagaimana jika ini terjadi pada anak anda? Anak yang selalu berantakan  bukan berarti menjadi anak yang tidak disiplin, dan jorok. Contohnya banyak orang yang berantakan sejak kecilnya, di saat dewasa menjadi orang yang sangat berhasil seperti; Mark Zukerberg, Steve Jobs dan Albert Einstein. Orang-orang seperti ini bahkan selalu bekerja dikelilingi tumpukan kertas dan buku yang berserakan. 

Dalam buku Natural Child yang ditulis oleh Linda A Boulter mengatakan kamar yang berantakan dapat memancing kreativitas anak karena meningkatkan keseimbangan, koordinasi dan keterampilan anak. Sebab, anak harus menemukan benda yang mereka cari di lantai, melompat dikasur dan bahkan membongkar-bongkar lemari pakaian. Hal ini diyakini juga dapat melatih motorik anak yang hobi bergerak dan melatih otak mereka untuk berpikir karena daya khayal mereka yang sangat tinggi.

Dilain sisi sebagai orangtua memang perlu mengajarkan anak-anak membereskan alat-alat bermain dan merapikan tempat tidur. Tapi, jangan terlalu kaku dengan aturan yang baku. Membiarkan anak di kamar tidur yang berantakan bisa memberikan pelajaran positif bagi anak kita. Namun kita harus membedakan dulu antara berantakan dan hidup bersih. Perbedaannya kamar berantakan itu ketika barang-barang tidak terorganisir dengan baik, atau ditempatkan secara asal-asalan. Sementara kamar kotor, tidak hanya berantakan, tapi juga banyak debu dan sampah yang berserakan. Nah yang ini justru harus dihindari. (DL)