“Belajar Puasa Yuk, Nak!”

Tips & Tricks - 05 May 2019

Berpuasa hukumnya wajib bagi umat Muslim, namun tidak bagi anak-anak. Meski begitu, tidak ada salahnya jika kita mengenalkan hal ini pada anak-anak sedini mungkin.

Dalam pengertian umum, berpuasa di bulan Ramadhan berarti tidak makan dan tidak minum, mulai dari fajar sampai matahari mulai terbenam. Dan ini berlangsung sekitar sebulan penuh. Jika ditelusuri lebih dalam, ternyata puasa tidak hanya menahan lapar atau haus saja, tetapi mengajarkan arti hidup dan kedekatan kita dengan Sang Pencipta. Berpuasa memang diwajibkan saat anak mulai memasuki akil baligh, namun tidak ada salahnya kalau kita sudah mengajarkannya sejak dini. Dengan melatih anak berpuasa, berarti orangtua peduli akan nilai-nilai kedisiplinan dan nilai agama yang dipelajari si anak. Menanamkan kesadaran anak untuk berpuasa dapat dimulai secara bertahap dan menyenangkan. Dengan mengenalkan hal ini, mereka akan terbiasa menjalankan puasa sebagai sebuah kebiasaan dan bukan lagi tekanan dari orangtua. Selanjutnya ini diyakini akan bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan spiritual anak kita di masa mendatang.

Mengajar Disiplin

Banyak hal positif yang kita dapatkan saat berpuasa dan salah satunya adalah kedisiplinan. Melatih anak berpuasa tidak sama artinya dengan mewajibkan mereka 100% untuk berpuasa. Intinya hanya mengenalkan puasa pada mereka. Selain itu dalam melatih anak berpuasa, orangtua harus mempertimbangkan kondisi dan kemampuan anak. Jadi orangtua hanya memberi motivasi dan arahan pada anak-anak dengan cara mendisiplinkan. Mumpung momen bulan Ramadhan, di mana banyak orang yang berpuasa dan yang mendukung hal ini, biasanya anak-anak juga akan ikut termotivasi. Apalagi kalau mereka menjalankan puasa ini bersama-sama teman - teman seusianya.

Perlu Dilatih 

Jangan khawatir tidak bisa mengajarkan puasa pada anak. Ingat kata pepatah, ‘alah bisa karena biasa’. Bagi ayah, peran membimbing seluruh anggota keluarga kepada ajaran agama adalah mutlak harus dilakukan dan tidak bisa ditawar-tawar. Dalam Islam, ayah adalah seorang imam. Dan imam itu adalah pemimpin. Jadi seorang pemimpin harus mengarahkan seluruh anggota keluarganya menuju jalan yang benar. Namun dalam hal ini ayah bisa mengkondisikan si anak pada kebutuhannya. Misalnya si anak biasanya sarapan jam 7 pagi, cobalah terangkan kepada mereka untuk belajar menunda sarapan 2 jam lebih mundur, yaitu jam 9 pagi. Ini gunanya untuk membiasakan tubuh mereka dan juga supaya tidak kaget dengan disiplin ini. Selain itu kita juga bisa melatih anak untuk bangun dan ikut makan sahur bersama. Setelah “lulus” di tahap awal, di hari berikutnya kita bisa mencoba untuk puasa kembali dan memperbolehkan lagi untuk makan jam 3 sore. Kemudian kalau bisa dilanjutkan hingga Maghrib dan melakukan buka bersama. Jika puasa anak tidak dapat bertahan, jangan dipaksakan namun berikan mereka kelonggaran.

Penyesuaian Tubuh
Di awal-awal melakukan puasa merupakan masa penyesuaian tubuh terhadap rasa lapar. Karena itu wajar jika anak-anak akan terlihat lemas atau mengantuk. Jika melihat ini, biarkan saja mereka menghabiskan waktu untuk tidur siang. Namun kalau dirasa masih kuat, tidak ada salahnya juga untuk melakukan kegiatan, karena intinya puasa bukan untuk ajang bermalas-malasan. Untuk waktu luang ini kita bisa mengajari mereka banyak hal, termasuk makna Ramadhan. Tentu saja untuk memberikan pengetahuan tentang puasa dan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan ini dengan bahasa anak-anak yang mudah mereka cerna, seperti mendongeng tentang cerita para Nabi yang ada dalam Al-Quran, misalnya.

Asupan Gizi
Berpuasa memang penting, namun asupan gizi pada anak juga harus diperhatikan karena mereka masih dalam masa pertumbuhan. Sejak usia 4 tahun anak boleh diajarkan puasa, namun selain alasan medis dan karena organ tubuh Si Kecil pada usia balita masih belum berkembang sempurna, maka yang paling aman anak dapat berpuasa beberapa jam saja. Selain itu yang perlu diperhatikan, anak boleh berpuasa asal kondisi tubuh sedang sehat. Itu sebabnya dianjurkan bagi orangtua untuk melihat dan menanyakan kondisi anak, apakah mereka benar-benar siap untuk berpuasa. Bila ditengah jalan anak terlihat lemas, berkeringat, merengek dan mengalami muntah-muntah, segera hentikan puasa. Untuk anak-anak usia 5-6 tahun mungkin belajar puasa bisa setengah hari. Untuk sekedar motivasi, pujilah mereka di depan teman-teman dan keluarga atas kegigihan anak berpuasa. (DL)

Tips Melatih Berpuasa:

1. Jelaskan
Menjelaskan apa itu puasa, tentunya dengan bahasa dan cara-cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Misalnya melalui cerita atau dongeng yang berkenaan dengan bulan Ramadhan.

2. Biasakan
Biasakan anak untuk sahur karena mereka akan mendapat sumber energi di siang hari. Jangan lupa untuk membuat suasana sahur yang menyenangkan, karena biasanya pada saat ini mereka masih sangat mengantuk.

3.Rancang Menu

Merancang menu yang sesuai kesukaan anak, tentunya dengan kandungan nutrisi yang baik.

4. Mengandung Gula
Memberikan minuman yang mengandung gula seperti susu, teh manis dan jus buah, sehingga dapat diserap tubuh dan bisa langsung digunakan sebagai sumber energi. 

5. Makanan Berlemak

Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung lemak. Gunanya untuk membantu menghindari rasa lapar. Selain itu, perbanyak juga serat untuk memperlancar buang air besar.

6.Bertahap
Biarkan anak menjalani puasa secara bertahap. Di siang hari jika anak tidak dapat menahan lapar, biarkan mereka makan, lalu lanjutkan puasa.

7. Motivasi
Berikan motivasi dan penghargaan kepada anak jika mereka berhasil dengan memujinya, kemudian membuatkan menu favoritnya saat berbuka.