Waspada Plastik Rumah Tangga Bisa Picu Keguguran

Maternity - 14 Jun 2017

Untuk waktu yang lama, bahan kimia yang ditemukan dalam plastik dan pestisida telah terbukti sebagai biang penyebab ketidakseimbangan hormon, baik pada pria maupun wanita, yang mencegah pasangan suami istri memiliki anak. 

Kini, penelitian baru menunjukkan bahwa bahan kimia yang ditemukan dalam plastik rumah tangga kemungkinan dapat meningkatkan risiko keguguran. Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada American Society for Reproductive Medicine mengatakan wanita hamil seharusnya menghindari makanan kaleng dan makanan yang disimpan dalam botol plastik yang terkena sinar matahari, karena bahan kimia bocor lebih cepat dalam suhu tinggi. 

Para ilmuwan dari Stanford University of mempelajari 114 wanita hamil yang memiliki riwayat keguguran. Mereka mencatat responden dengan konsentrasi tertinggi bahan kimia, bisphenol-A (BPA), dalam darahnya memiliki 80% kemungkinan mengalami keguguran dibandingkan wanita dengan kadar BPA normal. "Hal ini penting: karena keguguran sangat umum dan paparan BPA bisa terjadi di mana saja,” kata pemimpin penulis Dr Ruth Lathi, ahli endokrinologi reproduksi dari Stanford University. 

Tetapi para ilmuwan mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui mengapa BPA menyebabkan keguguran. Studi lain yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Health Perspectives, khususnya mengamati hubungan antara keguguran kehamilan dan tingkat phthalates dalam sampel urin. Phthalates adalah bahan kimia yang digunakan dalam wadah plastik, pestisida, produk vinil lembut dan wewangian sintetis. Peneliti khusus mengkaji dua phthalates - DEHP dan DEP, yang digunakan dalam wewangian sintetis dan produk vinil. Dari 48 keguguran dalam penelitian, 32 terjadi pada enam minggu pertama kehamilan.

 Mereka menemukan kadar DEHP ternyata  30% lebih tinggi pada wanita yang mengalami keguguran dibandingkan pada wanita yang berhasil mempertahankan kehamilan hingga masa melahirkan tiba. Menurut penulis hasil riset, satu-satunya kontaminan lingkungan lainnya yang telah dikaitkan dengan keguguran kehamlan adalah pestisida DDT. Phthalates telah dipatok sebagai kemungkinan penyebab keguguran pada hewan percobaan juga. Sejumlah penelitian telah menunjukkan penurunan keturunan hidup dan jumlah yang lebih tinggi terjadinya aborsi spontan pada tikus yang diberi pakan kimia ini dalam jumlah tinggi. Intinya adalah, apabila Anda berencana untuk hamil, jauhilah produk yang membuat hormon menjadi tidak seimbang. 

Berikut lima tip praktis menghindari racun paparan kimia selama kehamilan: 

1. Makan makanan organik. 

2. Mengolah dan menyimpan makanan di kaca atau bahan stainless steel, dan menghindari makanan yang dikemas di plastik. 

3. Hindari produk yang memiliki aroma sintetis, seperti kosmetik, lotion, sampo dan sebagainya. 

4. Pilihlah kain tirai di kamar mandi untuk menggantikan vinil. 

5. Belilah produk bayi yang dikemas dalam karton atau kain untuk menghindari produk yang terbuat dari vinil

Sumber: DokterDigital

foto: media.safebee.com