Family Guide Indonesia

Sukses Menyusui Saat Hamil

Maternity - 18 Nov 2020

Kehamilan kedua atau kehamilan berikutnya adalah momen yang istimewa. Sebagai wanita yang pernah melahirkan,  Anda mungkin merasa lebih percaya diri menjalankan peran sebagai seorang ibu. Namun kehamilan kali ini Anda sedang dalam masa menyusui Si Kecil. Kekhawatiran pun muncul, apakah kehamilan Anda akan tetap aman meski sedang memberikan ASI?  

Banyak orang beranggapan aktivitas menyusui sebaiknya dihentikan karena akan berpengaruh pada kesehatan janin yang sedang dikandung. Muncul pula anggapan janin dan bayi yang masih menyusui akan berebut mendapatkan gizi dari sang ibu. 

Umumnya aman bagi ibu dan janin untuk tetap menyusui selama kehamilan, selama ibu berhati-hati dalam hal mengonsumsi makanan dan banyak minum cairan. Namun tetap ada peringatan. Menyusui dapat memicu kontraksi rahim ringan. Akan tetapi, kontraksi tersebut tidak berpengaruh secara signifikan bagi janin. Kontraksi rahim saat menyusui sama dengan kontraksi rahim ketika berhubungan intim dengan suami dan tidak menyebabkan keguguran. 

Jika Anda memilih tetap menyusui saat hamil, bersiaplah menyaksikan perubahan-perubahan pada Si Kecil yang tengah menyusui. Meski ASI tetap menjadi nutrisi sehat selama kehamilan, namun kandungannya akan berubah. Pada saat hamil, tubuh memproduksi kolastrum dengan sendirinya. Hal ini kemungkinan akan mengubah rasa ASI Anda. Cita rasa kolastrum lebih asin dibanding ASI. 

Disamping itu produksi ASI cenderung menurun seiring bertambahnya usia kehamilan. Faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan Si Kecil menghentikan aktivitas menyusu (menyapih) dengan sendirinya sebelum sang adik lahir.  Selain itu ada berbagai kemungkinan efek samping yang ditimbulkan ketika ibu menyusui dalam keadaan hamil. 

Beberapa ibu mengalami morning sickness yang lebih parah selama memberikan ASI. Hal itu mungkin disebabkan  hormon, lapar, haus dan kelelahan. Ibu juga dapat mengalami nyeri payudara dan puting yang lembut. Hal ini menimbulkan ketidaknyamanan saat menyusui. 


Tandem Menyusui

Jika Anda tetap menyusui selama kehamilan, pada akhirnya Anda mungkin akan menyusui kedua anak Anda, baik kakak maupun adiknya yang baru lahir secara bersamaan. Kondisi ini disebut dengan menyusui tandem (tandem nursing). Ada kelebihan dan kekurangan dari tandem nursing.


# Kelebihan

- Pada saat tandem nursing, anak yang lebih tua akan merasakan ikatan khusus dengan adiknya, karena mereka berbagi sesuatu yang dibutuhkan dan istimewa, yakni ASI. Hal ini dapat membantu mengurangi perasaan iri dan cemburu anak yang lebih tua pada adiknya,  karena mereka mendapat perlakuan yang sama. 

- Batita Anda masih mendapatkan manfaat ASI.

- Pada beberapa ibu, tandem menyusui mampu meredakan bengkak payudara.

- Menurunkan risiko kanker payudara.

- Jika kedua anak menyusui pada saat bersamaan, akan memberikan waktu santai pada ibu karena tidak perlu menjaga batita Anda saat Anda sedang sibuk menyusui. 


# Kekurangan: 

- Kebanyakan para ibu merasa tidak mampu menurunkan berat badan pada saat menyusui, disebabkan lemak yang disimpan dan  tingkat metabolisme yang rendah kala menyusui. 

- Sebagian ibu merasa mual berlebihan pada saat menyusui selama hamil.

- Sebagian ibu merasa gairah seksual yang kuat saat tandem menyusui akibat hormon yang meningkat tajam.


Sukses Tandem Nursing

Ketika Anda melakukan tandem nursing, perhatikan hal-hal berikut ini:

- Konsumsi makanan sehat. Jangan berusaha melakukan diet menurunkan berat badan selama menyusui. 

- Cobalah posisi menyusui yang berbeda-beda.

- Karena bayi belum dapat bergerak leluasa, sebaiknya utamakan posisinya pada saat menyusui. Sedangkan sang kakak dapat mengambil posisi yang lebih fleksibel.

- Utamakan juga porsi ASI untuk bayi, karena Si Kecil hanya mengonsumsi ASI ekslusif selama 6 bulan pertama. Sedangkan kakaknya sudah bisa mengonsumsi makanan pendamping ASI.

- Karena tandem menyusui sangat melelahkan, manfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin bila bayi dan kakaknya sedang tidur.

- Cari teman atau komunitas yang melakukan tandem. Dengan mereka,  ibu dapat berbagi pengalaman dan mendapat dukungan.


Hentikan menyusui jika:

- Ibu memiliki riwayat keguguran, atau kelahiran prematur.

- Ibu mengalami kontraksi rahim terus menerus hingga membahayakan janin.

- Ibu mengalami vlek akibat rahim yang berkontraksi. Ini merupakan salah satu tanda kehamilan ibu terancam.

- Bila terjadi keluhan pada payudara yang sangat mengganggu. (red)


Foto: kidsdocblog.rushcopley.com