Family Guide Indonesia

Pilih-pilih Pompa ASI

Maternity - 11 Feb 2020

Ketika masa cuti melahirkan selesai, dan Anda harus kembali bekerja, itu bukan alasan untuk tidak melanjutkan komitmen memberi ASI ekslusif pada bayi. Memang kondisi tersebut tidak memungkinkan Anda menyusui langsung Si Kecil. 

Namun, yang bisa dilakukan adalah menampung ASI sebagai persediaan dengan cara memerahnya sendiri, dan kemudian memberikannya pada bayi  menggunakan botol. Teknik memerah ASI dengan tangan dikenal dengan nama metode Marmet. Cara ini dikembangkan oleh Chele Marmet, Direktur Lactation Institute di California yang juga seorang Lactation Consultant.

 Jika Anda merasa tidak nyaman dengan metode Mermet atau karena alasan kurang efisien dan banyak memakan waktu, Anda  bisa membeli alat bantu perah atau pompa ASI. Saat ini banyak dijual pompa ASI baik manual maupun elektrik di pasaran. 

Memilih alat pompa sangat penting dan tidak boleh asal-asalan, karena tidak semua pompa aman dan nyaman digunakan. Hal paling penting untuk diketahui ketika memilih pompa ASI adalah ukuran corongnya. Karena pompa ASI bersifat personal, sehingga setiap individu pemakainya bisa berbeda-beda ukurannya. Jangan sampai kebesaran dan jangan pula  kekecilan.

Menurut Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), sebaiknya tidak menggunakan pompa ASI dengan tipe corong terompet atau tipe squeeze-bulb, karena lebih sulit mengontrol tekanannya.  Sebaiknya pilih  tipe silindris atau piston yang lebih mudah diatur  tekanannya. Selain corong, apalagi yang harus diperhatikan? Berikut panduan memilih pompa ASI:

1. Efektivitas

Pompa ASI yang efektif adalah yang hisapannya menyerupai ritme alami menyusu bayi. Dalam satu menit seorang bayi normal menghisap sebanyak 45 – 55 kali. Semakin pompa ASI menyerupai hal itu, semakin efektif alat tersebut. Kekuatan hisap pompa juga menentukan efektivitasnya. Rata-rata kekuatan hisap pompa ASI yang tersedia di pasaran berkisar 0 mm Hg sampai 250 mmHg. Jika kekuatan hisapnya di atas 250 mm Hg, bisa menimbulkan rasa sakit. Pompa Asi sekarang ini banyak yang dilengkapi dengan pengatur kekuatan hisapnya sehingga anda dapat memilih daya hisap maksimal tapi tetap merasa nyaman.

2. Durability atau Ketahanan

Tidak semua pompa ASI diciptakan sama. Pada pompa ASI elektrik, motor yang digunakan berbeda.  Beberapa pompa memiliki motor yang tahan lama dan dirancang untuk pemakaian yang sering. Tapi, beberapa ada yang memiliki motor kecil dan digunakan untuk sesekali (occasional use). Karena perbedaan daya tahan tersebut, saat membeli pompa ASI,  tentukan apakah Anda akan sering menggunakan pompa atau hanya sesekali saja. Jika Anda termasuk tipe Ibu pekerja yang harus menggunakan pompa ASI setiap hari, sebaiknya pilih pompa dengan motor yang tahan lama agar. 

3. Jenis Pompa

Ada tiga jenis metode memompa ASI, yakni:

Single pump,  memungkinkan Anda memompa hanya pada satu payudara. Biasanya digunakan hanya untuk memompa sesekali. Cocok digunakan ibu yang tidak bekerja, atau bekerja paruh waktu.

Double alternating pump,  memungkinkan Anda memompa dua payudara secara bergantian. Cara kerjanya jika satu memompa yang lain tidak memompa. Pompa jenis ini menstimulasi lebih baik dibandingkan dengan single pump.

Double simultaneous pumps. Terdiri dari dua pompa yang dapat memompa secara bersamaan. Pompa jenis ini lebih efektif dibanding double alternating pump karena dapat memompa minimal 2 kali lebih cepat dan meningkatkan produksi ASI lebih banyak.

4. Keamanan

Kebanyakan bahan pompa ASI terbuat dari  plastik. Untuk itu pastikan pompa ASI yang Anda beli adalah pompa ASI yang aman bagi  bayi Anda. Bahan plastik High Density Polyehylene (HDPE) atau plastik yang bebas Bisphenol A (BPA)  aman untuk Si Kecil.

5. Kenyamanan

Bahan dan ukuran shield atau perisai payudara yang digunakan memperngaruhi tingkat kenyamanan saat memompa. Ada pompa yang menggunakan satu ukuran untuk shield atau perisainya. Tentunya ini akan tidak nyaman untuk ibu yang memiliki ukuran payudara atau puting besar, dan bisa menghambat produksi ASI. Pilih yang menurut Anda paling nyaman digunakan.

6. Tingkat Kebisingan Motor

Untuk sebagian ibu, suara motor pompa yang bising bisa menjadi gangguan saat sedang memompa. Umumnya, motor yang lebih besar cenderung menghasilkan suara yang lebih tenang, sedangkan motor kecil justru menghasilkan suara bising yang keras.

7. Mudah Dibersihkan

Saat membeli pompa ASI, pertimbangkan untuk memilih yang mudah dibersihkan dan dapat dipisahkan bagian-bagiannya. Hindaro pompa dengan penghisap karet balon karena sulit dibersihkan. (red)