Menghindari Stretch Mark Saat Hamil

Maternity - 07 Oct 2019

Saat hamil dan sesudah melahirkan menjadi periode timbulnya berbagai masalah penyakit kulit. Hal ini terkait dengan perubahan hormon dan faktor lainnya. Salah satu masalah kulit yang sering dijumpai pada ibu hamil dan pasca melahirkan adalah stretch mark. 

Stretch mark biasanya terjadi karena tubuh Anda berkembang lebih cepat dari perkembangan dan elastisitas kulit. Selama kehamilan, stretch mark biasanya terjadi pada perut, paha dan payudara, dan kadang-kadang bahkan di pantat dan lengan atas.

Tanda atau guratan-guratan mulanya berwarna kemerahan atau ungu, dan lama kelamaan memudar menjadi warna putih atau kelabu (keperakan), tergantung warna kulit. Wanita berkulit gelap cenderung mendapatkan stretch mark yang lebih ringan dari warna kulit mereka. Sedangkan wanita berkulit terang cenderung mendapatkan stretch mark yang berwarna merah muda.


Solusi

- Sejak awal kehamilan, jaga kelembapan kulit area yang sering terkena stretch marks seperti perut, payudara dan paha. Ini adalah salah satu upaya untuk mencegah terbentuknya stretch mark. Gunakan lotion khusus yang mengandung kolagen, atau pelembap dan krim stretch mark untuk ibu hamil. 

- Mengonsumsi makanan yang mengandung Vitamin E dan C, silika dan zinc (seng) yang bermanfaat untuk membentuk kolagen. 

- Pilih produk perawatan kulit yang juga mengandung Vitamin A dan E yang dikenal sebagai nutrisi untuk kulit sehat. Vitamin A membantu meningkatkan pembentukan kolagen baru, dan vitamin E yang merupakan antioksidan yang bermanfaat bagi kulit.

- Minum 2 liter air putih sehari untuk memperkuat dan memperbaharui kulit, serta menjaganya tetap lembap. 

- Menjaga kondisi kenaikan berat selama kehamilan jangan sampai mengalami kenaikan yang terlalu drastis.

- Olahraga untuk memperlancar sirkulasi darah dan oksigen, sehingga membantu mengurangi terjadinya stretch mark. (red)

Foto: stylecraze.com