Mengatasi Gangguan Kram Saat Hamil

Maternity - 14 Nov 2019

Kaki kram tak jarang rajin 'menghampiri' ibu yang sedang hamil. Kram yang menyiksa ini biasanya terjadi di malam hari, yang membuat tidur terganggu. Kaki kram adalah kontraksi otot tak sadar yang menyakitkan yang biasanya mempengaruhi betis, kaki atau keduanya. 

Kaki kram selama kehamilan menjadi hal yang umum, sering menyerang pada malam hari selama trimester kedua dan ketiga. Penyebab pasti dari kram kaki selama kehamilan tidak jelas. Namun, beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kram kaki dan penumpukan asam laktat dan piruvat - produk sampingan dari metabolisme gula dan pati - yang terjadi sebagai akibat gangguan aliran darah di kaki, demikian menurut ahli kebidanan dan kandungan Mayoclinic, Roger W. Harms, M.D . 

Untuk membantu mencegah kram pada kaki selama kehamilan hal berikut ini bisa dilakukan: 

1. Regangkan otot betis Anda. Peregangan sebelum tidur dapat membantu mencegah kram kaki selama kehamilan. Berdiri di sebuah dinding, tempatkan tangan Anda pada dinding di depan Anda dan pindahkan kaki kanan di belakang kaki kiri. Perlahan-lahan tekuk kaki kiri ke depan, jaga lutut kanan lurus dan tumit kanan di lantai. Tahan peregangan selama sekitar 30 detik, hati-hati untuk menjaga punggung lurus dan pinggul Anda ke depan. Jangan memutar kaki Anda ke dalam atau ke luar dan menghindari menunjuk jari kaki. Gantian dengan kaki satunya, kemudian ulangi. 

2. Tetap aktif. Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu mencegah kram kaki selama kehamilan. Sebelum Anda memulai program latihan, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter. 

3. Konsumsi suplemen magnesium. Penelitian yang terbatas menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen magnesium sebelum tidur dapat membantu mencegah kram kaki selama kehamilan. Pastikan Anda memberi tahu dokter suplemen apa saja yang dikonsumsi selama kehamilan. Anda mungkin juga mempertimbangkan makan lebih banyak makanan yang kaya magnesium, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, buah kering, dan biji-bijian. 

4. Cukup minum. Menjaga otot Anda terhindar dari dehidrasi dapat membantu mencegah kram. Jika urin Anda berwarna kuning gelap, itu mungkin berarti bahwa Anda tidak mendapatkan cukup air. 

5. Pilih alas kaki yang tepat. Pilihlah sepatu yang memberikan kenayaman dan dukungan pada kaki. Jika kaki kram terjadi, regangkan otot betis pada sisi yang terkena. Berjalan atau bergoyang dan kemudian angkat kaki Anda dapat membantu mencegah kram kaki kembali. Mandi air panas, mandi air hangat atau pijat es juga dapat membantu.

Sumber: DokterDigital

foto: media.suckhoenhi.vn