Family Guide Indonesia

Mastitis, Haruskah Berhenti Menyusui?

Maternity - 01 Aug 2020

Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang dapat disertai infeksi atau tidak. Mastitis menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kemerahan pada payudara. Sekitar 1 dari 10 ibu menyusui menderita mastitis, dan beberapa ibu yang tidak menyusui pun (menggunakan susu formula) bisa mendapatkan mastitis. 

Karena mastitis membuat ibu menyusui merasa tidak nyaman dan lelah, tak jarang mereka memutuskan untuk menyapih bayi sebelum waktunya. Namun, penderita mastistis tetap dianjurkan menyusui bayi mereka karena menyusui dapat membantu meredakan infeksi, dan menyusui selama mastitis tidak membahayakan Si Kecil. 

Jika payudara terasa sakit saat menyusui, kompres dengan air hangat selama beberapa menit sebelum menyusui anak. Jika bayi menolak menghabiskan ASI atau payudara benar-benar terasa sakit dan Anda tidak kuat menahannya,  Anda bisa menggunakan pompa untuk mengeluarkan ASI.

Cara berikut bisa Anda lakukan sendiri untuk meringankan mastitis:

- Istirahat dan minum yang cukup.

- Meminum obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit atau demam.

- Teratur menyusui bayi (setiap 2 atau 3 jam sekali sesuai i ritme perut bayi). Hal ini berguna mencegah payudara bengkak dari infeksi.

- Menjaga kebersihan sekitar puting dan payudara. Caranya, sebelum dan sesdah menyusui bersihkan payudara dengan kapas dan air hangat. Keringkan puting segera agar tidak lembab. Kondisi lembab memudahkan bakteri berkembang biak. 

- Gunakan bra sesuai dengan ukuran payudara Anda. Demi menjaga higienitas daerah payudara, ganti bra sesering mungkin setiap kali basah karena keringat atau setelah dipakai seharian. (red)

Foto: motherlove.com