Masalah Kulit Ibu Hamil

Maternity - 12 May 2019

Ada begitu banyak perubahan yang terjadi pada tubuh Anda selama kehamilan. Termasuk perubahan pada kulit Anda. Berbagai faktor menjadi penyebabnya seperti  peningkatan hormon estrogen, progesteron dan adanya peregangan kulit akibat kian membesarnya tubuh. Selama kehamilan, Anda mungkin mengalami berbagai masalah kulit, seperti berikut: 

1. Jerawat

Meski biasanya kulit Anda sangat mulus, namun selama hamil  Anda bisa saja berjerawat. Hormon kehamilan adalah penyebabnya. Biasakan mencuci wajah setiap hari dan hindari memencet jerawat karena bisa menyebabkan luka membekas. Ada banyak perawatan untuk jerawat, namun sejumlah obat-obatan tidak aman digunakan bagi wanita hamil. Konsultasikan pada dokter sebelum Anda mencoba pengobatan apapun.

2. Stretch Marks

Saat perut membuncit, guratan merah jambu atau keunguan akan muncul di  perut, payudara, lengan atas, bokong bahkan lengan. Muncul akibat peregangan kulit dan perubahan hormon. Guratan ini lama kelamaan akan berubah menjadi warna putih atau kelabu, tergantung pada warna kulit. Umumnya stretch mark terjadi pada trimester ketiga. Oleskan krim pelembap untuk menjaga elastisitas kulit. 

3. Melasma

Disebut juga kloasma atau topeng kehamilan. Biasanya muncul bercak-bercak coklay pada pipi, hidung dan dahi. Paparan sinar matahari akan membuat melasma semakin memburuk. Gunakan tabir surya atau topi saat beraktivitas di luar ruangan. Kadang-kadang melasma bisa permanen, tapi biasanya memudar setelah Anda melahirkan. 

4. Skin Tag

Skin tag atau sering disebut tumbuhnya kulit jinak, merupakan kulit yang menonjol pada beberapa permukaan kulit. Umumnya menyerupai daging dan cenderung lebih gelap. Tidak jelas penyebabnya, dan kehamilan meningkatkan risiko Anda mendapatkan skin tag. Biasanya muncul di bagian leher, sela-sela ketiak, dan pangkal paha. Konsultasikan ke dokter jika ingin menghilangkan skin tag.

5. Hiperpigmentasi

Perubahan warna kulit pada bagian tubuh tertentu yang cenderung lebih gelap dibandingkan sebelum kehamilan. Sering terlihat selama trimester pertama, bahkan sekitar 90 persen dari wanita hamil mengalami hiperpigmentasi pada bagian tubuh tertentu. Hiperpigmentasi juga membuat ibu hamil memiliki garis gelap yang menonjol pada perutnya, atau disebut linea nigra. Lindungi diri dari paparan sinar matahari dan menggunakan tabir surya.

6. PUPPP

Jika benjolan merah, kecil di perut dan terasa gatal, itu bisa jadi PUPPP, singkatan dari Pruritic Urticarial Papules and Plaque of Peganancy. Terjadi akibat pengaruh hormone kehamilan. Bisa menyebar ke paha, payudara dan bokong. Umumnya terjadi pada wanita yang hamil pertama kali, muncul pada usia kehamilan 34-35 minggu, mencapai puncaknya pada minggu ke-38 hingga saat bersalin. Tidak diketahui penyebabnya, dan tidak ada pengobatan. Namun dokter biasanya memberikan krim atau gel atau bedak untuk membantu mengatasi gatal. PUPPP hilang setelah melahirkan.

7. Eczema (Eksim)

Banyak wanita yang terkena eksim untuk pertama kalinya saat mereka hamil. Eksim adalah kelainan kulit kronis, berupa kulit kemerah-merahan, kering, tebal dan bersisik. Jika Anda telah terkena eksim, maka selama 9 bulan kehamilan akan lebih memburuk lagi. Hindari hal-hal yang bisa memicunya, seperti sabun, bulu hewan piaraan, makanan tertentu dan stress. Periksa ke dokter terlebih dulu untuk memastikan pengobatan yang aman selama kehamilan.

8. Spider Veins

Bila Anda hamil, estrogen dan volume darah meningkat dari biasanya, hal itu mempengaruhi pembuluh darah. Garis-garis halus berwarna biru dan merah, disebut spider veins, muncul di wajah, leher atau lengan. Spider vein tidak berbahaya dan setelah melahirkan akan berangsur menghilang dan pulih. Kehamilan juga bisa menyebabkan varises atau pembengkakkan pembuluh darah vena. Ini sangat menyakitkan. Dokter akan menyarankan Anda  untuk berjalan santai melatih otot kaki, dan memakai kaus kaki kompresi (semacam stocking). (red)

foto: parenting.firstcry.com