Manajemen Laktasi Saat Ibu Berpuasa

Maternity - 05 May 2019

Sebentar lagi umat Muslim akan melaksanan ibadah puasa. Meski wanita Muslim yang tengah menyusui dibolehkan tidak berpuasa, banyak ibu yang memilih untuk tetap menjalankan ibadah istimewa tersebut. Namun, timbul kekhawatiran apakah Si Kecil akan mendapatkan cukup ASI selagi ibu berpuasa? 

Penelitian menunjukkan berpuasa pada siang hari di bulan Ramadhan tidak mempengaruhi pasokan ASI, namun dehidrasi berat (tubuh tidak  memiliki cairan yang cukup) dapat mengurangi produksi ASI. Ibu menyusui berisiko mengalami dehidrasi berat  jika ia tidak banyak minum pada waktu malam hari.

 Risiko ini akan meningkat jika ibu lelah karena bekerja, mengurus rumah tangga, mengasuh anak, dan melakukan aktivitas lainnya di siang hari. Selain menjaga tubuh tidak mengalami dehidrasi, penting juga menjaga asupan gizi seimbang agar ibu dapat menjalankan puasa sekaligus menyusui anak dengan lancar. Sesungguhnya puasa  hanya mengubah jadwal atau waktu makan. Artinya, ibu menyusui tetap mempertahankan pola makan 3 kali sehari dengan komposisi seimbang, yakni 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak. 

Adapun jadwal makannya  adalah pada saat sahur, saat berbuka puasa dan usai shalat tarawih. Berikut hal yang harus diperhatikan saat ibu menyusui memutuskan untuk berpuasa: 


Menambah Kalori 

Ibu menyusui membutuhkan kalori yang lebih besar. Mereka membutuhkan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh. Ibu dapat menambah sekitar  300-500 kalori setiap hari dengan cara minum teh manis atau mengonsumsi makanan pembuka yang manis seperti semangkuk kolak pisang atau segelas es cendol yang bernilai 280-300 kalori. 


Cegah Dehidrasi

Ibu menyusui harus  memperbanyak  konsumsi cairan, saat berbuka hingga menjelang tidur.  Cairan tidak hanya air putih, tapi ditambah jenis cairan lainnya seperti jus buah dan susu. Jangan minum banyak sekaligus, namun minumlah sedikit-sedikit tetapi sering. Berbuka puasa dengan minuman hangat dapat melancarkan ASI, sedangkan segelas susu setiap menjelang tidur dan sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu menyusui. Sebaiknya pada saat sahur minum secukupnya, jangan berlebihan.


Cukup Istirahat

Istirahat yang cukup membantu ibu menyusui menjaga kebugaran tubuh dan membantu memperlancar produksi ASI. Jika merasa lemas usai menyusui, segera beristirahat, misalnya tidur atau relaksasi. 


Rajin Menyusui Anak

Selama puasa tetap rajin menyusui anak. Sebab, semakin sering diisap, ASI akan semakin banyak. Untuk ibu menyusui yang bekerja di luar rumah, tetap lakukan kegiatan memerah ASI selama bulan puasa. Jika dihentikan, maka maka ASI yang diproduksi dapat berkurang.