Family Guide Indonesia

Jangan Anggap Remeh Kondisi Medis Pasca Melahirkan Berikut Ini!

Maternity - 08 Feb 2020

Pasca persalinan, ada beberapa macam kondisi darurat medis yang bisa saja menimpa ibu. Salah satunya baby blues yang jika tidak ditangani bisa berakibat fatal. Baru-baru ini publik dikejutkan dengan kasus bayi Calista yang menderita koma dan kemudian meninggal dunia akibat dianiaya ibu kandungnya. Kuat dugaan Ibunda Calista mengidap sindrom baby blues sehingga melakukan tindakan di luar akal sehat menganiaya putrinya hingga tewas. 

Selain baby blues, ada beberapa kondisi darurat medis yang  kadang terjadi pada beberapa hari atau minggu setelah ibu melahirkan. Penting untuk mencari pertolongan sesegera mungkin, untuk memastikan kondisi tersebut tidak membuat sakit menjadi bertambah parah, atau untuk membantu Anda pulih dengan lebih cepat.   

Berikut ini kondisi postnatal yang membutuhkan penanganan darurat: 

  1. Kehilangan darah mendadak atau kehilangan darah yang parah (perdarahan postpartum) 

Perdarahan postpartum didefinisikan sebagai kehilangan darah lebih dari 500 mL setelah persalinan vaginal atau lebih dari 1000 mL setelah sesar. Perdarahan ini menjadi penyebab utama kematian ibu pasca persalinan. Perdarahan postpartum primer terjadi dalam 24 jam pertama setelah persalinan, sementara perdarahan postpartum sekunder adalah perdarahan pervaginam yang lebih banyak dari normal antara 24 jam hingga 12 minggu setelah persalinan. Perdarahan postpartum disertai tanda-tanda syok, seperti detak jantung yang kencang, pusing, berkeringat, dan terasa mau pingsan.  

2. Sakit kepala parah atau persisten 

Sakit ini mungkin adalah efek samping dari anestesi epidural atau spinal, dan mungkin terasa seperti migrain yang parah serta terasa lebih buruk lagi saat Anda duduk atau berdiri. Namun, dalam 72 jam pertama setelah bayi lahir, sakit kepala yang parah juga bisa menjadi tanda preeklampsia, disertai dengan penglihatan kabur, mual dan muntah. Jika Anda memiliki gejala ini selain sakit kepala yang parah segera hubungi dokter.  

 3. Meningkatnya tekanan darah

 Tekanan darah Anda harus diambil dalam enam jam pertama setelah Anda melahirkan. Jika angka di bawah (diastolik) lebih besar dari 90, Anda mungkin mengalami preeklampsia, dan berisiko mengalami eklampsia. Jika Anda mengembangkan gejala preeklampsia lainnya seperti sakit kepala, penglihatan yang kabur dan sebagainya Anda segera membutuhkan pertolongan medis.  

 4. Nyeri perut bagian atas 

Anda mungkin memiliki kondisi langka yang disebut sindrom HELLP, jika setelah 48 jam pasca melahirkan memiliki gejala merasa sangat lelah, mual serta muntah, dan nyeri perut di bagian atas. HELLP mempengaruhi fungsi hati dan pembekuan darah. Anda mungkin juga merasa terserang flu. Gejala ini harus segera diperiksakan ke dokter. 

 5. Sesak napas 

Napas kita bisa menjadi pendek, biasanya akibat melakukan aktivitas seperti berlari atau jalan mendaki. Namun jika Anda menjadi sangat terengah-engah tanpa sebab, dan tak kunjung berhenti terengah-engah meski sudah beristirahat, Anda membutuhkan pertolongan medis segera. Kemungkinan Anda mengalami gejala emboli paru. 

 6. Nyeri dada 

Nyeri dada merupakan gejala adanya infeksi pada dada, atau otot yang tegang akibat persalinan. Nyeri dada juga bisa menjadi tanda emboli paru. Terlebih jika nyeri dada disertai dengan napas yang pendek atau batuk berdarah, segera hubungi dokter. 

 7. Sakit betis 

Rasa sakit, nyeri dan pembengkakan di betis bisa berupa thrombosis vena dalam adalah penggumpalan darah yang terjadi di dalam pembuluh darah vena dalam. Kondisi ini bisa mengancam jiwa. Hubungi dokter segera. 

 8. Perilaku mania, termasuk insomnia dan agitasi berat 

Pasca melahirkan, beberapa ibu mengalami perubahan dramatis dalam kesehatan emosional dan mental mereka. Gangguan pikiran, agitasi (resah, gelisah), kebingungan, halusinasi dan delusi bisa menjadi awal dari kondisi langka yang disebut psikosis pasca melahirkan (psikosis postpartum). Dari gejala ringan bisa berkembang menjadi penyakit mental serius dalam hitungan jam.  

 9. Demam tinggi (38 derajat Celcius atau lebih) 

Demam tinggi bisa disertai dengan menggigil dan sakit perut, merupakan pertanda infeksi yang perlu mendapat perhatian segera. Jika Anda memiliki infeksi yang tidak ditangani langsung setelah melahirkan, Anda mungkin bisa terkena sakit parah. Daerah yang umumnya terserang infeksi adalah daerah antara vagina dan rektum (perineum), luka caesar, sistem kemih atau rahim. Kalau Anda mengalami luka perineum atau caesar yang lama sembuhnya, bisa jadi karena terinfeksi. Jika Anda mengalami infeksiurin, Anda mungkin merasa sakit dan sulit tidur. Bila terjadi infeksi pada rahim, Anda kemungkinan merasakan sakit di perut atau keluar cairan dari vagina.   

10. Tidak dapat tidur dalam kurun waktu 6 jam setelah persalinan 

Anda mungkin mengalami retensi urin atau ketidakmampuan berkemih. Mandi air hangat bisa membantu meringankan gejala retensi urin. Namun jika masih tidak bisa buang air kemih, Anda harus mendapatkan pertolongan medis.  

11. Pikiran bunuh diri  

Jika Anda memiliki pikiran mengerikan atau mengganggu, seperti keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain, termasuk memikirkan bunuh diri, segeralah hubungi dokter. Memiliki pikiran seperti ini tidak berarti bahwa Anda adalah ibu yang buruk. Hubungi dokter umum atau bidan, atau bicaralah dengan teman atau anggota keluarga Anda, agar mereka bisa mendapatkan bantuan tepat segera.   


Kondisi postnatal yang mendesak namun bisa menunggu penanganannya:  

12. Vagina berbau tak sedap 

Kondisi ini bisa mengindikasikan adanya infeksi di rahim atau vagina Anda.   

13. Perut lembek 

Ini bisa menjadi pertanda adanya infeksi, baik di dalam rahim maupun di luar (bekas jahitan operasi Caesar). Jika infeksi rahim tidak diobati dapat meningkatkan risiko perdarahan.   

14. Ruam yang meluas 

Bisa jadi merupakan pertanda adanya infeksi.  

15. Ambeien

 Umumnya diderita wanita yang melahirkan secara normal akibat mengedan dengan kuat.  

 16. Baby blues yang tidak hilang dalam beberapa hari Adalah lumrah jika ibu merasa lelah, murung, cemas, dan merasa tidak nyaman dalam 3 – 5 hari pasca persalinan. Baby blues ini biasanya akan hilang dalam beberapa jam atau beberapa hari. Tapi jika Anda merasa sedih dan tidak menikmati menjadi seorang ibu, Anda mungkin menderita depresi pasca melahirkan. Jika Anda merasa sangat cemas dan khawatir sepanjang waktu, merasa panik, terobsesi dengan berbagai hal, atau Anda tidak dapat berkonsentrasi karena Anda merasa sangat kecewa, bicaralah dengan dokter Anda.   

17.  Nyeri perineum parah, disertai pembengkakan, dan aroma kencing yang menyengat atau bau 

Kondisi ini bisa menandakan adanya infeksi pada jahitan atau infeksi urin.  

18. Inkontinensia urin 

 Inkontinensia urin atau mengompol sering terjadi ketika Anda bersin. 

 19. Konstipasi

 Jika Anda tidak BAB dalam 3 hari setelah melahirkan, Anda mengalami sembelit atau konstipasi. (red)

Foto: privatehealthvisitor.com