Ibu Hamil, Waspada Sepsis!

Maternity - 09 Sep 2019

Sepsis, juga dikenal sebagai septikemia atau keracunan darah, adalah penyakit yang mengancam jiwa. Sepsis dipicu oleh infeksi bakteri. Sepertiga dari  keseluruhan wanita hamil di seluruh dunia mengembangkan sepsis. Karenanya, sepsis harus didiagnosa dini dan mendapat penanganan yang secepat mungkin. 

Penyebab Sepsis Selama Kehamilan

Sepsis bisa menyerang ibu hamil karena alasan berikut: 

- Aborsi. Infeksi adalah hal yang biasa terjadi setelah aborsi. Jika ada wanita yang melakukan aborsi, maka ia harus mencari tahu tentang gejala seperti kelelahan, keputihan, demam terus menerus, batuk dan sebagainya. Jika penyakit tersebut sering menyerang, maka sebaiknya ia harus memeriksakan diri ke dokter.

- Standar kebersihan yang buruk selama persalinan, atau persalinan yang memakan waktu terlalu lama bisa menyebabkan sepsis.

- Operasi Caesar. Wanita yang menjalani operasi Caesar, kemungkinan mengalami sepsis sangat tinggi karena luka akibat bedah bisa menjadi tempat masuknya infeksi.

- HIV, influenza dan penyakit akut lainnya turut bertanggung jawab membuat ibu hamil menderita sepsis.

- Infeksi menular seksual yang tidak diobati selama kehamilan.

Gejala

Beberapa gejala utama sepsis pada ibu hamil meliputi:

Infeksi pada plasenta atau rahim.

Tekanan darah rendah.

Kenaikan detak jantung, lebih dari 90 per menit.

Demam saat persalinan

Jumlah sel darah putih tidak normal

Berkurangnya suplai oksigen ke dalam tubuh hingga terjadinya gangguan pernapasan.

Tekanan darah rendah.

Pengobatan

Jika Anda menderita sepsis, Anda harus sering-sering memeriksakan diri ke dokter. Sepsis membutuhkan penanganan khusus, dan penanganan antibiotik yang lebih dari sekedar infeksi biasa.

Pencegahan

Cara terbaik untuk mengurangi kemungkinan terkena sepsis adalah dengan mencegah infeksi.

Pastikan Anda mencuci tangan sebelum memasak dan makan.

Vaksinasi tepat waktu adalah suatu keharusan untuk menghindari sepsis.

Jika terjadi infeksi, lakukan perawatan tepat waktu agar tidak menyebar ke sel darah Anda.

Orang dengan diabetes, kanker, dan wanita berusia awal 30-an harus ekstra hati-hati terhadap kebersihan dan infeksi. Karena mereka memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, kemungkinan terkena sepsis pun meningkat. (red)

Foto: img.webmd.com