Family Guide Indonesia

Diet untuk Meningkatkan Kesuburan

Maternity - 27 Jul 2020

Studi tentang diet dan kesuburan yang dilakukan Harvard Medical School menyebutkan mengonsumsi dan menghindari makanan tertentu tenyata dapat membantu meningkatkan fungsi ovulasi wanita. Berikut uraiannya: 


1. Karbohidrat kompleks

Makan lebih banyak karbohidrat kompleks dan batasi makanan yang diproses. 

Tubuh kita mencerna karbohidrat jahat (seperti kue, roti dan nasi putih) dengan cepat, dan mengubahnya menjadi gula darah. Untuk menurunkan lonjakan gula darah, pankreas melepas insulin ke dalam aliran darah. Karbohidrat baik (yang mengandung serat seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian)  dicerna lebih lambat oleh tubuh sehingga gula darah berubah secara perlahan-lahan. Penelitian menemukan bahwa kadar insulin tinggi bisa menghambat ovulasi.


2. Lemak jenuh

Hindari semua lemak trans dan konsumsi lemak tak jenuh

Lemak trans (ditemukan pada makanan yang dipanggang, makanan ringan, produk hewan, kentang goreng dan margarin) dapat meningkatkan resistensi insulin. Kadar insulin yang tinggi menyebabkan gangguan metabolism yang mempengaruhi ovulasi.


3. Protein

Lebih banyak konsumsi protein nabati dan kurangi daging merah. 

Protein yang diperoleh dari kacang-kacangan, biji-bijian, tahu dan tempe) mengandung lemak sehat dan relatif rendah kalori sehingga dapat membantu menurunkan berat badan.


4. Susu murni

Konsumsi satu atau dua gelas susu murni setiap hari, atau produk susu lainnya seperti yogurt dan kurangi mengonsumsi susu rendah lemak.  “Penelitian menemukan bahwa semakin sering wanita mengonsumsi susu rendah lemak, semakin sulit wanita tersebut hamil,” kata Walter Willett, M.D., professor nutrisi dan epidemiologi dari Harvard School of Public Health.


5. Multivitamins

Konsumsi multivitamin harian yang mengandung setidaknya 400 mikrogram asam folat dan 40 – 80 miligram zat besi. 


6. Kafein

Minum kopi dan teh secukupnya, dan menghindari minuman manis. Menurut study Harvard, minum beberapa cangkir kopi, teh dan alkohol setiap hari berdampak pada masalah ovulasi.


Disamping mengubah diet, kita juga perlu menjaga berat badan agar tetap berada di zona kesuburan” yakni BMI 19 – 25. Terlalu kurus (BMI kurang dari 19) atau terlalu gemuk (BMI lebih dari 25) dapat mempengaruhi kesuburan dan kesehatan bayi. Ukur berat badan ideal dengan mengetahui  Body Mass Index (BMI) atau nilai yang diukur dengan angka berat badan dibagi tinggi badan pangkat dua. BMI yang normal itu di antara 19-25. (red)


Foto: parenting.firstcry.com