Bahaya Merokok Saat Hamil

Maternity - 15 Jul 2019

Asap rokok bukan hanya berbahaya bagi yang menghisapnya, namun juga bagi orang yang menghirup udara disekitarnya. Asap rokok yang mengandung banyak racun ini, akan lebih berdampak lebih kuat lagi terhadap ibu hamil dan menyusui. Jadi sebaiknya, anda menghentikan “kegiatan ini”.

Merokok saat sedang berbadan dua memang sangat berbahaya, karena ini akan merusak janin yang dikandung. Banyak sekali hal merugikan bagi wanita yang sedang hamil dan bahkan bagi yang sedang menyusui. Ada sekitar 700 zat kima beracun yang terkandung dalam rokok yang akan langsung meracuni bayi saat dikandungan. Salah satu racun yang sedang “booming saat ini” adalah Sianida yang ternyata juga ada dalam rokok. Seperti diketahui, racun jenis ini terkenal sejak kematian wanita bernama Wayan Mirna Shalihin di salah satu kafe di Jakarta. Namun sianida akan sangat mematikan, jika ada dalam dosis berlebih. Selain itu ada racun Benzena (Zat Kimia) berbentuk Karsinogen (pemicu kanker) yang bisa menyebabkan kanker darah. Ada lagi yang bernama Khromium, yaitu bahan kimia pembuatan cat serta logam. Zat ini akan mengakibatkan kerusakan DNA. Selanjutnya Arsenik. Bahan kimia ini pemicu rusaknya pembuluh darah serta hati anda. Hal semacam ini jadi penyebab kanker, terutama kanker paru-paru. Ada lagi yang namanya Amoni dan zat ini umumnya digunakan sebagai pembersih toilet.

Seorang ibu hamil yang merokok, maka pada janinnya terdapat zat beracun seperti nikotin dan kotinin. Hal ini dapat membahayakan susunan tali pusar yang umumnya akan mengalami perubahan. Seperti diketahui tali pusar memberi asupan makanan ke bayi agar bisa tetap hidup. Pada usia kehamilan 2-3 minggu biasanya zat racun tadi sudah berdampak parah pada janin. Di usia 4-5 minggu semua yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah teracuni. Yang parah adalah saat persalinan, lebih besar kemungkinan akan keguguran. Selain itu, resiko kematian bayi mendadak 3 kali lipat dibanding bayi-bayi yang ibunya merokok selama kehamilan. Menurut penelitian di Inggris, ada 3700 bayi dengan resiko cacat fisik akibat kebiasaan ibunya merokok. Tercatat resiko bayi lahir tanpa anggota tubuh tertentu mencapai 26%, bayi yang terlahir dengan bibir sumbing 28 %, club foot( kaki tidak berada posisi normal) 28%, cacat organ pencernaan mencapai 27%, cacat tulang tengkorak mencapai 33% dan cacat mata sebesar 25%. Jadi  selain merokok, asap rokok dari orang lain juga membahayakan ibu hamil. Jadi bila ayah juga merokok, sebaiknya hentikan merokok. Karena asap rokok yang menempel pada pakaian juga sangat berbahaya bila terhirup. (DL)