ASI Sebagai Obat Berbagai Penyakit

Maternity - 14 Mar 2019

ASI tidak hanya sebagai sumber nutrisi optimal untuk Si Kecil. Selama ribuan tahun, ASI telah digunakan sebagai solusi masalah kesehatan anak-anak maupun dewasa. ASI menyediakan nutrisi terbaik bagi bayi, dan memberikan perlindungan kekebalan tubuh yang tidak mungkin diberikan oleh susu formula manapun. ASI mengandung antibodi yang kuat dan antitoxins yang diyakini membantu menyembuhkan penyakit ringan pada anak-anak dan orang dewasa berikut ini:

Conjuctivitis

Dikenal dengan istilah pink eye, adalah jenis infeksi mata yang sangat menular. Umumnya disebabkan oleh alergi, iritasi atau virus flu. Antibodi tertentu dalam ASI yang disebut immunoglobulin A membantu mengobati infeksi mata. Teteskan sedikit ASI pada mata yang meradang. "ASI sudah sering digunakan para ibu untuk mengobati conjunctivitis. Tapi jangan lupa sebelumnya untuk berkonsultasi dengan dokter," jelas konsultan laktasi, Debbie Donovan, BCLC (a board certified lactation consultant). 

Sore Nipple

Jika Anda baru menyusui, Anda mungkin cukup akrab dengan kondisi puting lecet dan nyeri (sore nipple). Banyak penyebabnya antara lain posisi menyusui yang salah yaitu posisi dan perlekatan bayi saat menyusui tidak tepat atau bayi tidak mengisap dengan baik. Salep lanolin dan krim lainnya efektif mengobati putting lecet dan nyeri, namun karena ASI mengandung antibodi dan antibakteri maka ASI pun efektif dalam mengurangi rasa sakit dan mengobati puting yang lecet. Sebelum menyusui, oleskan beberapa tetes ASI pada puting yang sakit. Setelah menyusui, oleskan beberapa tetes lagi, biarkan hingga kering. Lakukan cara ini beberapa kali sehari hingga rasa sakit reda.

Infeksi Telinga

kemampuan ASI melindungi tubuh dari infeksi dapat juga dimanfaatkan secara langsung dengan meneteskan secara langsung ASI ke dalam telinga bayi yang terinfeksi.

Pernapasan Tersumbat

Bila hidung Si Kecil tersumbat, teteskan lima sampai tujuh tetes ASI, yang diambil langsung dari ibu,  ke dalam satu lubang hidung. Tunggu selama 15 menit dan kemudian lakukan lagi lubang hidung lainnya. Jangan lakukan pada  kedua lubang hidung sekaligus.

Pengobatan pada Kulit

Rasa gatal, gigitan serangga, cacar air, kulit kering, eksim, ruam popok, bisul dan jerawat pada remaja, semuanya dapat disembuhkan dengan mengoleskan ASI ke area kulit yang bermasalah, lalu biarkan hingga mengering. ASI juga bisa digunakan untuk membersihkan wajah. Selain itu ASI dapat menyembuhkan bibir pecah-pecah. Ilmuwan Amerika menemukan bahwa komponen ASI yang disebut asam laurat (yang juga dijumpai pada minyak kelapa) ampuh memerangi jerawat dan masalah kulit lainnya.

Cradle Cap (Demartitis Seborhoik)

Cradle cap atau kerak topi adalah kelainan kulit  yang sering terjadi pada bayi, terlihat seperti lapisan kuning di kulit kepala seperti minyak kering. Biasanya diderita bayi berusia di bawah 3 bulan. Disebabkan oleh peradangan pada kelenjar minyak di kulit kepala. Usapkan beberapa tetes ASI pada kepala bayi, lalu pijat untuk menghilangkan kerak. 

Luka Bakar

Jika anggota keluarga menderita luka bakar, oleskan ASI dan biarkan hingga kering. Lemak yang terdapat pada ASI merupakan pelembut kulit, dan antibodi yang terkandung dalam ASI membantu mencegah infeksi.

Mencegah Kanker Payudara

Penelitian yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan, menyusui dapat mengurangi risiko kanker payudara hingga 91 persen. Para peneliti juga beranggapan menyusui dapat mencegah kanker ovarium.

Apakah ASI Aman Digunakan sebagai Pengobatan?

Anda mungkin sedikit bingung dengan penggunaan ASI sebagai obat. Pertanyaan yang muncul adalah apakah ASI aman digunakan sebagai pengobatan? ASI sangat steril dan bersih untuk digunakan. Pastikan kalau Anda menyimpannya dengan benar seperti yang Anda lakukan saat menyimpan ASI untuk Si Kecil. Namun, penting untuk diketahui, kalau ASI mungkin tidak 100 persen efektif dalam menyembuhkan penyakit atau infeksi. Karena itulah, Anda tetap harus mencermati infeksi yang diderita anak dan keluarga. Jika infeksi tak kunjung sembuh, segera cari perawatan medis yang tepat. Jangan mengandalkan ASI sebagai obat infeksi atau penyakit serius. (red)