Perawatan Payudara Pra dan Pasca Melahirkan

Maternity - 18 Nov 2019

Merawat payudara selama masa hamil sangat penting dilakukan  agar proses menyusui berjalan lancar segera setelah Si Kecil lahir ke dunia. 

Dengan perawatan yang tepat, produksi ASI akan cukup dan bentuk payudara ibu akan tetap indah selama menyusui.  Karena payudara menjadi aset penting bagi ibu, sebab itu harus dirawat sebaik mungkin, baik di masa kehamilan untuk mempersiapkan ASI hingga pasca melahirkan atau saat menyusui.


Perawatan Selama Kehamilan

Payudara Anda mengalami sejumlah perubahan selama kehamilan karena itulah harus mendapat perlakuan khusus. Biasanya payudara terasa lebih besar, kencang dan penuh.  

Manfaat perawatan payudara selama hamil antara lain menjaga kebersihan puting susu dan payudara, melenturkan dan menguatkan puting susu sehingga bayi mudah menyusu, merangsang kelenjar  air susu sehingga produksi ASI banyak dan lancar serta mempersiapkan mental ibu untuk menyusui. Perawatan payudara selama masa hamil meliputi:

1. Pemijatan

Sebaiknya pemijatan baru dilakukan ketika usia kandungan 37 minggu ke atas. Rangsangan pada puting di awal-awal kehamilan bisa menyebabkan kontraksi. Memijat payudara menggunakan minyak zaitun, dan lakukan dengan gerakan memutar perlahan ke atas agar payudara kencang dan tidak turun. 

 Setelah memijat, ketuk-ketuk payudara dengan menggunakan ujung jari agar sirkulasi menjadi lancar. Lakukan dengan lembut dan pelan. Jangan lupa setelah dipijat, bersihkan payudara dan puting dengan air hangat.


2. Senam Payudara

Lakukan senam dengan teratur agar payudara kencang dan tidak kendur.  Senam juga dapat menguatkan otot pektoralis di dada sehingga memadatkan bentuk payudara dan merangsang produksi ASI agar lebih banyak lagi. Lakukan senam dengan cara berikut:

Dalam posisi berdiri, tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri dekat siku, sebaliknya tangan kiri memegang lengan bawah kanan ( seperti orang bersidekap). Selanjutnya buat gerakan saling menarik  ke  arah dada dengan mempererat pegangan hingga terasa tarikan pada otot-otot di dasar payudara. Kemudian lemaskan. Ulangi gerakan ini sebanyak 30 kali.

Pegang bahu dengan kedua ujung tangan, kemudian siku diputar ke depan sehingga lengan  bagian dalam mengurut payudara ke atas. Diteruskan gerakan tangan ke atas ke belakang dan kembali pada posisi semula. Lakukan latihan ini 20 kali putaran.


3. Memakai Bra yang Tepat

Salah satu perubahan payudara saat hamil adalah terasa lebih besar, kencang dan penuh. Memakai penutup dada atau bra yang pas ukuran payudara akan membantu memelihara keindahan dan kesehatan payudara. Memakai bra dengan ukuran yang tidak sesuai dapat menghambat perkembangan kelenjar payudara serta menyebabkan infeksi. Karena wanita hamil cenderung berkeringat, pilih bra dari bahan yang nyaman dan menyerap keringat. 


Perawatan Selama Menyusui (Pasca Melahirkan)

Setelah bayi lahir, payudara penuh berisi susu sehingga terasa lebih lunak dan berat dan hangat.  Hal tersebut adalah  normal. Untuk membantu mencegah nyeri payudara dan iritasi, lakukan tips berikut ini:

1. Mengatasi Bengkak 

Beberapa hari setelah melahirkan, payudara sering terasa bengkak dan nyeri. Pembengkakan yang terjadi bukan karena payudara berisi penuh ASI melainakan terjadi penyumbatan. Cara mengatasinya:

- Gunakan kompres dingin atau kantong es untuk membantu mengurangi rasa sakit atau nyeri .

- Sering-seringlah menyusui bayi. Upayakan paling sedikit Si Kecil menyusu sekitar 10 – 15 menit di kedua payudara Anda sehingga payudara menjadi kosong. 

- Sebelum menyusui, keluarkan sedikit ASI agar payudara menjadi lunak sehingga bayi mudah mengisap puting. Atau sebelumnya Anda juga bisa mengompres payudara dengan air hangat  untuk memudahkan bayi mengisap puting.

- Kompres payudara dengan air dingin selama beberapa menit setelah selesai menyusui. 


2. Merawat Puting

Nyeri puting sering dialami ibu menyusui. Berikut cara mencegahnya:

- Cuci dan bersihkan puting Susu dan Payudara setiap hari. Sebaiknya tidak  menggunakan sabun karena dapat menghilangkan minyak alami yang melindungi kulit dari kekeringan, dan membuat puting susu menjadi perih dan retak.Tidak perlu mencuci puting sebelum atau setelah menyusui, namun sebelum Anda memasang kembali bra setelah menyusui, biarkan puting kering terlebih dahulu. 

- Selalu cuci tangan sebelum memegang payudara untuk mencegah infeksi.

- Setelah menyusui oleskan sedikit ASI di sekitar puting. Krim dalam  ASI dapat mencegah kulit kering dan tidak perlu dicuci jika Anda ingin kembali menyusui.

- Pastikan  perlekatan bayi sudah tepat, yakni puting payudara dan areola seluruhnya masuk ke dalam mulut bayi. Sehingga akan lebih banyak ASI mengalir keluar, dan puting payudara tidak menjadi lecet.


3. Mengenakan Bra yang Tepat

Pilih ukuran yang pas untuk menghindari risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah dan terhalangnya aliran ASI akibat ukuran bra yang kekecilan atau kebesaran. Hindari bra dengan penyangga kawat karena dapat menyebabkan nyeri di payudara dan mempengaruhi lancar-tidaknya aliran ASI.  Bra berbahan katun sebaiknya dipilih agar kulit terasa nyaman. (red)


Foto: time.com