Siasati Lahan dengan Taman dalam Rumah





Bagi Anda yang memiliki keterbatasan lahan namun ingin menghadirkan kehijauan taman, tak harus mengandalkan halaman depan atau belakang rumah. Taman di dalam ruangan, atau taman indoor, juga bisa menghadirkan suasana hijau nan sejuk. 

1. Taman Kering 

Salah satu alternatif model taman indoor adalah taman kering. Taman jenis ini tidak memerlukan banyak air untuk perawatan layaknya taman tropis. Umumnya komposisi taman ini didominasi oleh penggunaan elemen perkerasan (hardscape) seperti bebatuan, koral, kerikil atau pasir. Tanaman yang digunakan adalah tanaman yang mudah perawatannya, serta tidak memerlukan banyak air.

Agar perawatannya lebih mudah, gunakan pot sebagai wadah bagi tanaman. Tambahkan batu-batu kecil di permukaan tanah dalam pot untuk menghasilkan tampilan yang lebih rapi dan bersih. Selain mempercantik tampilan, batu-batuan tersebut juga berfungsi untuk mencegah tanah dalam pot agar tidak mengotori lantai. Namun jika Anda ingin media tanam tanpa menggunakan pot, pertimbangkan kebersihan taman, agar taman tidak terlihat kotor dan berantakan. Media tanam untuk tanaman hias indoor sebaiknya  berkarakter porous (bisa menahan sedikit air). Media tanam yang pas diantaranya sekam bakar, cacahan pakis, cocopeat atau kombinasi. Sesuaikan pula media tanam dengan jenis tanamannya.

2. Pilih Lokasi untuk Taman

Penentuan lokasi taman bisa direncanakan bersamaan dengan perencanaan awal denah rumah. Anda juga bisa memanfaatkan sisa ruang yang memungkinkan untuk letak taman mini di dalam rumah. Sedapat mungkin pilihlah lokasi yang bisa terkena sinar matahari secara langsung. Sehingga meskipun berada di dalam ruangan, kebutuhan tanaman akan sinar matahari tetap terpenuhi. Jika sinar matahari yang memasuki ruangan tidak optimal, pilihlah tanaman yang bisa tumbuh dengan baik walaupun hanya terpapar sedikit sinar matahari. Selain itu, perlu diingat pula bahwa pada siang hari tanaman akan menghasilkan oksigen, sedangkan pada malam hari melepaskan karbon dioksida. Maka sebaiknya lokasi taman tidak terlalu berdekatan dengan kamar tidur.

3. Sirkulasi Udara dan Sistem Drainase

Rencanakan dengan baik sistem drainase dan sirkulasi udara. Apabila suhu udara terlalu panas, tanaman akan mudah kering dan layu. Sebaliknya, bila suhu udara terlalu dingin, tanaman akan mudah membusuk. Gunakan atap polikarbonat agar rumah mendapat pencahayaan yang baik dan air hujan tidak banyak masuk ke dalam taman. Pasang atap di atas kisi-kisi besi yang dipasang sedikit lebih tinggi dari ring balk. Dengan cara ini, sirkulasi udara di dalam rumah akan menjadi lancar. Anda juga bisa menggunakan atap transparan berupa kaca yang cukup tebal dan tidak mudah pecah.

Minimal 2-3 hari sekali tanaman yang ada di taman indoor perlu disiram. Pastikan air sisa penyiraman mengalir lancar ke saluran pembuangan di luar rumah. Hal ini untuk mencegah terjadinya penumpukan air, yang memicu tumbuhnya lumut di area sekitar taman. Bagi beberapa jenis tanaman, penumpukan air secara berlebihan juga bisa menjadi penyebab tanaman menjadi busuk. (FD)

Foto: honestlywtf.com