Pentingnya Pemeriksaan Prakonsepsi

Health - 13 Aug 2019

Saat mempersiapkan kehamilan Anda dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan prakonsepsi. Mungkin sebagian orang masih awam dengan pemeriksaan prakonsepsi. Apakah benar-benar dibutuhkan? Artikel berikut akan membeberkannya!

Pemeriksaan prakonsepsi adalah pemeriksaan kesehatan umum yang dilakukan dokter sebelum Anda memutuskan untuk hamil. Umumnya dokter atau praktisi kesehatan yang melakukan pemeriksaan ini, namun Anda juga dapat berkonsultasi dengan ginekolog atau dokter kandungan Anda untuk masalah yang lebih spesifik.

Pemeriksaan prakonsepsi sangat penting, dan perawatan prenatal biasanya dimulai sebelum Anda memutuskan untuk memiliki anak. Sayangnya, banyak yang masih belum mengetahui tentang pemeriksaan prakonsepsi. Padahal tindakan preventif ini dapat memperbaiki peluang Anda untuk hamil dan mengurangi risiko bayi mengalami cacat lahir, serta memastikan ibu memiliki kehamilan yang sehat dan melahirkan bayi yang sehat pula. Jika Anda merokok, pemeriksaan prakonspesi juga dapat membantu Anda menentukan beberapa cara untuk berhenti merokok untuk memastikan bayi Anda tidak mengalami komplikasi.

Jika Anda menggunakan obat-obatan, Anda akan diberi ke pilihan yang sesuai dengan kesuburan. Pemeriksaan ini membantu Anda menangani masalah kesehatan umum yang bisa menjadi penghambat kehamilan dan kesehatan bayi Anda yang belum lahir.

Apa yang Terjadi Selama Pemeriksaan Prakonsepsi?

Saat melakukan pemeriksaan prakonsepsi, dokter akan melakukan sejumlah hal, antara lain:

1. Tes darah

Dokter melakukan tes darah untuk mendeteksi kondisi apapun yang mungkin berdampak pada kehamilan. Dokter secara khusus memeriksa faktor Rh, jumlah hemoglobin, jumlah titer darah untuk kondisi seperti rubella, cytomegalovirus, dan cacar air.

2. Berat badan

Dokter akan mencatat berat badan Anda untuk memahami BMI (Body Mass Index) Anda dengan lebih baik dan dengan demikian mereka dapat mengajukan rencana diet, yang akan membantu Anda tetap sehat selama kehamilan.

3. Fungsi tiroid

Gangguan tiroid yang tidak diobati dapat berdamp

ak negatif pada kehamilan dan dokter biasanya memeriksa fungsi tiroid untuk menentukan apakah Anda memiliki masalah tiroid.

4. Meninjau obat-obatan

Jika Anda sudah menggunakan obat dan suplemen, dokter Anda dapat memeriksanya dan menyarankan obat yang tidak memberi pengaruh negatif pada kesuburan atau kehamilan Anda.

5. Imunisasi

Dokter akan memperimbangkan apakah Anda membutuhkan vaksinasi.

6. Pap smear

Dokter akan merekomendasikan pap smear selama pemeriksaan prakonsepsi Anda kecuali Anda sudah pernah melakukan pap smear baru-baru ini.

7. Pemeriksaan Payudara, Pelvis dan Perut

Dokter juga melakukan pemeriksaan panggul, perut dan payudara untuk memeriksa kesehatan umum daerah-daerah tersebut.

8. Tes urin

Dokter Anda mungkin menyarankan tes urine untuk memeriksa apakah terjadi infeksi saluran kemih.

9. Tes lainnya

Dokter melakukan tes lain seperti memeriksa fibroid uterus, penyakit radang panggul, sindrom ovarium polikistik, periode tidak teratur, endometriosis, polip atau penyakit menular seksual seperti HIV, sifilis, gonore dan klamidia. Selain itu, dokter juga dapat memeriksa kondisi medis lain yang sudah ada sebelumnya seperti asma, diabetes, dan lain-lain. (red)

Foto: emmasdiary.co.uk