Mengenal Penyakit Pneumonia

Health - 25 Sep 2019

Pneumonia merupakan salah satu bentuk infeksi pernapasan akut pada paru-paru. Penyakit ini menjadi satu-satunya penyebab kematian tertinggi pada anak-anak di seluruh dunia. Setiap tahunnya, pneumonia membunuh sekitar 1,1 juta anak di bawah usia lima tahun.

Pneumonia disebabkan oleh beberapa agen infeksi termasuk virus, bakteri dan jamur. Penyebab yang paling sering adalah:

Streptococcus pneumoniae – Penyebab pneumonia bakteri paling umum pada anak-anak.

Haemophilus influenzae type b (Hib) – Penyebab pneumonia bakteri  paling umum kedua pada anak-anak.

Respiratory syncytial virus (RSV) adalah virus yang paling sering menyebabkan pneumonia. 

Pada bayi yang terinfeksi HIV, jamur pneumocystis jiroveci yang paling sering menyebabkan pneumonia. 


Gejala

Gejala pneumonia dapat bervariasi, tergantung pada kesehatan anak-anak secara keseluruhan, dan penyebabnya, apakah bakteri atau virus. Pada anak-anak penderita pneumonia bakteri, mereka mungkin akan merasa sakit tiba-tiba disertai demam tinggi dan menggigil. 

Kalau yang disebabkan oleh virus, biasanya menyerang perlahan-lahan dan membutuhkan waktu agak lama untuk disembuhkan.  Gejala lainnya anak seperti terserang flu dan batuk, demam, sakit kepala dan kadang-kadang nyeri perut. Anak akan bernapas lebih cepat dari biasanya dan batuk lendir. Pneumonia bahkan membuat perut anak terasa sakit dan tidak mau makan sama sekali.

Pneumonia dapat menyebar dalam beberapa cara. Virus dan bakteri yang biasanya ditemukan dalam hidung atau tenggorokan anak dapat menginfeksi paru-paru. Pneumonia juga dapat menyebar melalui udara lewat batuk dan bersin. Selain itu pneumonia juga menyebar melalui darah dari ibu ke anak, terutama selama dan segera setelah proses kelahiran bayi. 


Pengobatan

Kebanyakan kasus pneumonia bisa diobati tanpa harus menjalani rawat inap. Jika masih tergolong ringan, anak bisa dirawat oleh keluarganya di rumah. Antibiotik  biasanya diberikan pada pneumonia yang disebabkan oleh bakteri. 

Habiskan semua obat yang diberikan dokter meski keadaan anak sudah membaik.  Minum cairan yang banyak serta cukup istirahat akan membantu memulihkan kondisi penderita pneumonia.  Meski dapat dirawat di rumah, tetap perhatikan dengan cermat kondisi anak. 

Jika anak sulit bernapas, membuat suara mendengus, anak terlihat lemas, kehilangan nafsu makan, mudah marah, sulit tidur serta kulit, kuku, gusi dan bibir anak tampak membiru atau keabu-abuan, segera hubungi dokter Anda atau ke rumah sakit.


Mencegah Pneumonia 

Ada beberapa cara untuk mencegah terjangkit pneumonia, antara lain:

Gizi yang cukup merupakan kunci untuk membangun dan meningkatkan kekebalan alami anak-anak. Dimulai dengan memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama.

Memberikan vaksin yang disarankan oleh dokter dalam satu tahun pertama kelahiran.

Memberikan vaksin flu, khusus untuk anak-anak penderita asma dan  kondisi paru-paru lainnya. 

Menjaga kebersihan lingkungan.

Membiasakan anak untuk hidup sehat dan  mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air bersih yang mengalir.

Pada anak yang terinfeksi HIV, obat antibiotik cotrimoxazole dapat diberikan setiap hari untuk mengurangi risiko tertular pneumonia. (red)

Foto: netdoctor.co.uk