Family Guide Indonesia

Mengenal Kanker Limfoma pada Anak

Health - 10 Feb 2020

Kanker Limfoma atau biasa yang dikenal dengan sebutan kanker kelenjar getah bening adalah sejenis kanker pada sistem limfatik yang tumbuh akibat mutasi (terjadinya perubahan) sel limfosit (sejenis sel darah putih) yang sebelumnya normal menjadi abnormal dan ganas. Seperti halnya limfosit normal, limfosit ganas dapat tumbuh pada berbagai organ dalam tuuh termasuk kelenjar getah bening, limpa, sum-sum tulang, darah maupun organ lainnya. 

Ada dua jenis tipe limfoma, yaitu Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.Baik Hodgkin maupun limfoma non-Hodgkin merupakan satu dari tiga jenis kanker yang sering menyerang anak-anak selain leukimia dan tumor otak.


1. Limfoma Hodgkin

Anak-anak yang menderita limfoma Hodgkin memiliki sel-sel ganas yang disebut sel Reed-Sternberg di kelenjar getah bening atau di beberapa jaringan limfatik lainnya. Limfoma Hodgkin sering menyerang anak usia 15 tahun ke atas. Gejala umum limfoma Hodgkin adalah pembesaran atau pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher, ketiak, tulang selangka dan selangkangan, penurunan berat badan. demam yang tidak jelas penyebabnya dan keringat malam. Sekitar sepertiga pasien memiliki gejala non spesifik lainnya termasuk kelelahan, kurang nafsu makan dan gatal-gatal. 


2. Limfoma Non-Hodgkin

Jenis ini bisa dialami setiap usia pada masa kanak-kanak. Limfoma non-Hodgkin menyerang sel dari sistem limfatik, yang dikenal sebagai sel darah putih, atau limfosit. Kadang-kadang sulit membedakan antara limfoma non-Hodgkin dan leukemia pada anak-anak. Anak laki-laki lebih sering menderita limfoma non-Hodgkin dibandingkan anak perempuan. Gejala awal yang bisa dikenali adalah pembesaran kelenjar getah bening di suatu tempat (misalnya leher atau selangkangan) atau di seluruh tubuh.,pembesaran amandel, gangguan pernapasan,  sembelit berat, nyeri perut dan pembengkakan tungkai.


Baik Hodgkin maun non-Hodgkin lebih sering terjadi pada orang dengan defisiensi imun berat, termasuk immune defects yang disebabkan oleh kelainan genetika yang diturunkan, orang dewasa dengan HIV, atau mereka yang mendapat pengobatan imunosupresif setelah transplantasi organ. Anak-anak yang mendapat pengobatan radiasi atau kemoterapi untuk kanker jenis lain tampaknya memiliki risiko lebih tinggi terkena limfoma di kemudian hari. 

Dalam kebanyakan kasus, baik orangtua maupun anak-anak tidak bisa mengontrol faktor-faktor penyebab limfoma. Sebagian besar limfoma berasal dari mutasi mutasi noninherited (kesalahan) dalam gen sel darah tumbuh. 


Pengobatan

Ada beberapa cara untuk mendiagnosis penyakit ini, diantaranya dengan melakukan lymph node biopsy, tes darah, bone marrow test, imaging (x-ray, CT scan, MRI scan, tomografi). Kemoterapi menjadi pengobatan utama pada limfoma, baik Hodgkin atau non-Hodgkin.

 Perawatan akan disesuaikan dengan jenis dan stadium limfoma itu sendiri. Selain kemoterapi, pengobatan lainnya adalah radioterapi dan terapi biologis. (red)