Kipas Angin dan AC Berbahaya Bagi Kesehatan Anak?

Health - 09 Apr 2019

Penggunaan kipas angin dan Air Conditioner (AC) di rumah memang dapat membantu menyejukkan udara, terutama saat cuaca panas. Namun penggunaan yang berlebihan ternyata dapat membahayakan kesehatan, terutama pada anak-anak. 

 

Kipas angin dan AC tak terbantahkan telah menjadi bagian hidup kita sehari-hari. Terlebih Indonesia yang beriklim cukup panas. Tanpa kipas angin dan AC, rasanya sulit bagi kita untuk beraktivitas dan tidur di rumah. Sayangnya, suhu yang rendah serta semburan angin ternyata dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius bagi Anda dan keluarga. Sejumlah gangguan kesehatan diketahui disebabkan oleh penggunaan kipas angin dan AC yang berlebihan (atau penggunaan jarak dekat),  terutama pada saat tidur malam, antara lain:

 

Ø  Penyakit Legionnaire

 Penyakit Legionnaire adalah jenis pneumonia yang disebabkan oleh bakteri legionella pneumophila. Gejala yang paling umum dari penyakit ini adalah batuk, nyeri tubuh, demam tinggi dan menggigil, kelelahan, dan sakit kepala.

 

Ø  Bell’s Palsy

 Penyakit saraf yang menyebabkan kelumpuhan otot-otot salah satu sisi wajah. Sehingga wajah menjadi tidak asimetris.Penderita akan merasa salah satu matanya pedih saat mencuci muka, karena matanya tidak dapat dipejamkan. Ia juga sulit berkumur, mulut mencong dan pengecapan lidah berkurang. Riset menyebutkan kemungkinan infeksi virus yang terbawa oleh udara atau angin yang menyebabkan penyakit ini .

 

Ø  Carpal Tunnel Syndrome

Ini adalah kondisi yang memengaruhi tangan (terutama ibu jari, telunjuk dan jari tengah) hingga mengalami sensasi rasa kesemutan, mati rasa, atau nyeri. Gejala akan lebih terasa pada malam hari dalam ruang ber-AC. Gejala itu disebabkan adanya pembengkakan saraf yang melewati terowongan-terowongan  pada pergelangan tangan. Suhu dingin AC juga berbahaya bagi penderita reumatik dan penderita migren.

 

Ø  Tubuh Kekurangan Air

Saat tubuh berada di ruangan yang dingin dalam waktu lama, akan membuat tubuh kekurangan air. Hal ini berbahaya, mengingat tubuh manusia membutuhkan asupan air 70 persen. Kekurangan air akan berdampak buruk terhadap fungsi masing-masing organ tubuh kita

 

Ø   Otot Kaku danNyeri

Suhu yang dingin akan menurunkan produksi cairan lubrikasi yang berfungsi untuk menguatkan otot dan persendian tubuh. Sehingga membuat tubuh terasa nyeri.

.

Ø   Mudah Sakit

Jika suhu terasa panas, tubuh akan mengeluarkan keringat. Itu adalah cara tubuh kita beradaptasi dengan suhu yang panas. Keringat meupakan cara tubuh untuk mengeluarkan racun dan kotoran dari dalam. Nah, jika keringat ditahan oleh dinginnya kipas angin dan AC terus menerus, ia tidak akan keluar dengan sempurna. Akibatnya bisa menimbulkan gangguan kesehatan. 


Agar Tidak Berbahaya

 

Tips berikut ini untuk mencegah dampak buruk akibat penggunaan kipas angin dan AC di rumah sehari-hari:

 

·         Untuk temperatur di Indonesia, biasanya disarankan berkisar antara 24º - 26º Celsius. Suhu inilah yang ideal untuk bayi.

·         Jika di kamar anak menggunakan AC, perhatikan hal berikut:

> Selimuti Si Kecil dengan benar. Jangan sampai selimut tersingkap sehingga menyebabkan anak kedinginan. Atau gunakan baju yang menutupi tubuh anak hingga kaki.


>  Sebaiknya anak  jangan terpapar langsung oleh AC

·         Kipas angin jangan langsung diarahkan ke tubuh bayi atau anak, tapi sebaiknya angin dipantulkan. Sebab, kipas yang langsung diarahkan ke tubuh dapat mengakibatkan debu-debu d idalam ruangan berterbangan dan terhirup oleh Si Kecil, sehingga mengganggu pernapasan.


·         Jangan menggunakan kipas angin di dalam ruangan yang tertutup atau yang tidak memiliki sistem sirkulasi udara yang baik.

·         Bersihkan filter AC dan kipas angin secara rutin. Bersihkan setiap satu atau dua bulan sekali, terlebih jika anak Anda memiliki asma atau alergi. (red)

 

foto: timedotcom.files.wordpress.com