Kekurangan Vit A Resiko Terkena Diabetes

Health - 16 Jun 2017

Vitamin A mungkin berperan sangat penting untuk fungsi pengikatan insulin sel beta, sebuah penemuan yang bisa membuka pintu bagi pengobatan baru untuk diabetes, demikian menurut hasil penelitian terkini. Diabetes tipe 2 menyumbang sekitar 90 sampai 95 persen dari semua kasus yang terdiagnosis, dan ini terjadi ketika sel beta pankreas gagal menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur glukosa darah) atau bila tubuh tidak lagi dapat menggunakan insulin secara efektif. 

Diabetes tipe 1, yang menyumbang 5 persen kasus, terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel beta, yang bermuara menghambat produksi insulin. Dalam sebuah studi yang telah dilaporkan di Journal Endocrine baru-baru ini, peneliti dari Inggris dan Swedia menemukan bahwa ada sejumlah besar reseptor vitamin A pada permukaan sel beta, yang disebut GPRC5C. "Ketika kami menemukan bahwa sel insulin memiliki permukaan sel yang mengekspresikan reseptor untuk vitamin A, kami pikir penting untuk mengetahui mengapa dan apa tujuan reseptor permukaan sel yang berinteraksi dengan vitamin A yang menjadi perantara respons cepat terhadap vitamin A," kata penulis studi Albert Salehi, dari Universitas Lund di Swedia. 

Terkait pemblokiran sebagian reseptor vitamin A dalam sel beta dari tikus (yaitu menghilangkan kemampuan vitamin A untuk mengikat sel-sel ini), tim menemukan bahwa kemampuan mereka untuk mengeluarkan insulin berkurang sebagai respons terhadap gula. Kekurangan vitamin A bisa menghancurkan sel beta Dalam penelitiannya, Salehi dan koleganya juga menguji sel beta yang berasal dari manusia dengan dan tanpa diabetes tipe 2. Sekali lagi, para peneliti memblokir sebagian GPRC5C dalam sel beta ini. Ketika gula dioleskan ke sel-sel ini, tim menemukan bahwa kemampuan mensekresi insulin mereka menurun hampir 30 persen. Karena gangguan sekresi insulin adalah penyebab utama diabetes tipe 2, para periset percaya bahwa temuan ini menunjukkan bahwa kekurangan vitamin A (banyak ditemukan di hati, minyak ikan, dan berbagai buah dan sayuran) mungkin berperan dalam penyakit ini. 

Selain itu, tim menemukan bahwa kekurangan vitamin A menyebabkan pengurangan kemampuan sel beta untuk mencegah peradangan, sementara kekurangan vitamin A yang parah bisa menyebabkan sel beta mati. Temuan ini menunjukkan bahwa kekurangan vitamin A mungkin juga terlibat dalam diabetes tipe 1, yang disebabkan oleh penghancuran sel beta. "Pada percobaan hewan diketahui bahwa tikus yang baru lahir membutuhkan vitamin A untuk mengembangkan sel beta mereka dengan cara yang normal. Kemungkinan besar, hal yang sama berlaku untuk manusia. Anak-anak harus menyerap cukup banyak vitamin A melalui makanan mereka," saran Salehi.

 Senyawa yang menargetkan GPRC5C dapat menuntun pada perawatan diabetes baru Sementara temuan ini menunjukkan bahwa vitamin A mungkin bermanfaat untuk diabetes, para periset menekankan bahwa meningkatkan asupan vitamin ini, terutama melalui suplemen, mungkin terlalu berisiko. Mereka mencatat bahwa kelebihan kadar vitamin A dikaitkan dengan osteoporosis dan masalah kesehatan lainnya. 

Namun, peneliti mengatakan bahwa tidak mungkin seseorang bisa mendapatkan terlalu banyak vitamin A dari sumber makanan saja. Tim sekarang sedang mencari molekul kecil atau peptida yang dapat mengaktifkan GPRC5C pada permukaan sel beta,namun tidak menyebabkan efek samping yang terkait dengan vitamin A. "Pengamatan ini meningkatkan kemungkinan menarik bahwa agen yang menargetkan GPRC5C dapat mewakili cara terapeutik (pengobatan) baru untuk meningkatkan massa sel beta fungsional dan juga secara sederhana meningkatkan sekresi insulin,” tandas peneliti seperti dilansir Medical News Today.

Sumber: DokterDigital

foto: cdn.skim.gs