Gejala Kehamilan yang Tidak Boleh Diabaikan!

Health - 07 Oct 2019

Tubuh mengalami banyak perubahan selama kehamilan. Namun, saat Anda merasa ada sensasi aneh di perut, atau rasa sakit di bagian kaki, atau mengeluarkan cairan yang abnormal misalnya, mungkin akan membuat Anda merasa khawatir. Penting bagi Anda untuk mengetahui gejala kehamilan yang mungkin membutuhkan segera penanganan dokter.  Berikut gejala kehamilan yang tidak boleh diabaikan: 


1. Bercak dan perdarahan

“Setiap kali ada perdarahan pada kehamilan, Anda harus mengetahui di mana sumbernya,” kata Dr. Francis Chang, OB/GYN dari Good Samaritan Hospital, Los Angeles.  Selama delapan minggu pertama kehamilan, bercak biasanya menandakan bahwa embrio tertanam dalam rahim. Ini adalah hal yang biasa. Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami perdarahan selama tahap kehamilan. Ini mungkin menunjukkan komplikasi serius jika:

Anda mengalami bercak dan terasa nyeri, kemungkinan Anda mengalami kehamilan ektopik.

Perdarahan berat dikombinasikan dengan nyeri punggung terus menerus atau sakit perut. Ini merupakan tanda keguguran.

Perdarahan mendadak, tanpa rasa sakit, merupakan tanda plasenta previa.


2. Kontraksi

Ibu yang baru pertama kali hamil sering mencemaskan kontraksi Braxton Hicks atau kontraksi palsu. Kontraksi Braxton Hicks bisa terjadi selama trimester kedua, namun biasanya terjadi di trimester ketiga. Sebelum memasuki usia kehamilan 24 minggu, kontraksi yang terjadi bisa menunjukkan bahwa Anda terkena infeksi saluran kemih. Jika kontraksi terasa menyakitkan dan sering, segera hubungi dokter. 


3. Gerakan bayi melambat atau berhenti

Antara 17 dan 18 minggu, Anda mulai merasakan gerakan bayi Anda, meskipun seperti getaran saja.Gerakan dan tendangan bayi akan terasa menguat saat usia kehamilan sekitar 24 minggu. Biasanya bayi dalam kandungan akan tenang di siang hari dan aktif di malam hari. Jika gerakan bayi Anda melambat, minum segelas air es atau jus jeruk. “Perubahan suhu atau rasa manis akan menyebabkan bayi bergerak,” jelas Dr. Francis Chang. Rajinlah menghitung gerakan bayi Anda. Jika gerakan bayi tidak sampai lima kali dalam setengah jam, hubungi dokter Anda. 


4. Nyeri kaki

Kehamilan meningkatkan kesempatan Anda mengalami trombosis vena, yakni penggumpalan darah di vena dalam yang dapat mengancam jiwa. Gejala thrombosis vena antara lain pembengkakan di salah satu atau kedua kaki, rasa nyeri pada kaki saat berdiri atau berjalan, pembuluh vena terlihat jelas di permukaan kulit dan kaki terasa sangat lelah. Jika Anda menjumpai gejala-gejala di atas, segera minta penanganan dokter.


5. Depresi

14 – 23 persen wanita mengalami depresi selama kehamilan, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists. Jika Anda mengalami depresi saat hamil, kpeluang  Anda menderita depresi setelah melahirkan akan semakin tinggi. Konsultasikan kesehatan mental Anda pada ahlinya.


6. Bengkak

Sekitar 70 – 80 persen wanita mengalami pembengkakan di telapak kaki, kaki, wajah dan tangan selama kehamilan. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi atau sakit kepala, Anda bisa mengalami preeklamsia.


7. Demam dan nyeri 

Setiap jenis demam dengan rasa sakit harus dianggap serius. Tergantung dimana letak nyeri tersebut, Anda bisa menderita infeksi ginjal, listeria atau pneumonia. Semua penyakit tersebut adalah penyakit serius selama kehamilan.


8. Sesak napas

Meningkatnya hormon progesteron dan perut yang semakin membesar memicu timbulnya sesak napas. Hal tersebut adalah normal, namun dalam kasus yang sangat terjadi, itu bisa menjadi gejala emboli paru, penyakit jantung atau paru-paru. Jika Anda khawatir dengan sesak napas yang Anda rasakan, berkonsultasilah ke dokter.


9. Penglihatan kabur

Hubungi dokter Anda jika pada trimester ke dua kehamilan, penglihatan Anda kabur atau berbayang, atau Anda seperti melihat bintik-bintik atau cahaya. Gangguan visual tersebut bisa menjadi tanda preeklamsia. 


10. Tiba-tiba haus

Jika Anda tiba-tiba haus dan air seni berwarna kuning gelap, itu adalah tanda dehidrasi. Anda perlu minum lebih banyak cairan saat hamil. Jika Anda haus dan lebih sering kemih, itu bisa menjadi tanda diabetes gestasional. Diabetes gestasional dapat meningkatkan risiko komplikasi untuk ibu dan bayi. Segera hubungi dokter Anda. (red)

foto: independent.co.uk