Financial Hacks for Single Parents

Finance - 11 Oct 2018

Menjadi orangtua tunggal atau single parent pastinya bukan impian semua orang. Namun saat kondisi itu terjadi, mau tidak mau kita harus menjalaninya. Segala hal harus dilakukan secara matang dan terencana, termasuk urusan keuangan.

Being single parent is not the end of the world. Menjadi orangtua tunggal bukanlah akhir dari dunia. Faktanya, Anda tidak sendiri. Banyak orang lain yang juga mengalami hal serupa, apakah karena ditinggal pergi pasangan, pasangan meninggal dunia, atau kasus perceraian. Jangan egois memikirkan perasaan sendiri, ingat ada anak yang menjadi tanggung jawab kita. Demi mereka, kita harus tetap ‘tegak’ berdiri dan berjuang untuk memberikan penghidupan yang layak bagi anak-anak.            

 

“Sisi positifnya, saya masih memiliki tiga anak yang lucu dan pintar. Sepulang bekerja, melihat tingkah mereka yang polos selalu membuat saya terharu. Mereka adalah korban keegoisan.Saya mungkin tidak akan kuat menjalani hari demi hari tanpa mereka,” ujar Derry Iskandar, karyawan sebuah bank swasta di Depok. Istri Derry tiba-tiba pergi meninggalkan keluarganya pertengahan tahun 2017 lalu. Sejak saat itu, praktis Derry hanya tinggal bersama 3 anak yang masih balita. Untungnya Ibu Derry mau membantu mengurus para cucunya itu bersama seorang pengasuh saat Derry bekerja. Bahkan ibu Derry rela pindah ke rumah anak pertamanya itu.  

 

Sejak saat itu, Derry praktis menjadi single parent bagi ke-3 anaknya. Soal pengasuhan mungkin ia banyak dibantu oleh ibunya, lantas bagaimana untuk urusan keuangan? “Harus diakui, agak berat memang. Karena dulu istri saya bekerja, sehingga urusan keuangan banyak terbantu. Nah sekarang, mau tidak mau saya harus sendirian menjadi tulang punggung keluarga,” kata Derry. Lalu apa yang harus dilakukan agar keuangan single parent bisa tetap stabil? Simak tips berikut ini:

1. Buat Asuransi Kesehatan untuk Semua Anggota Keluarga

Kesehatan adalah investasi terbesar saat ini. Sakit itu mahal biaya pengobatannya. Jika ada BPJS lebih bagus lagi. Sebaiknya pilih asuransi kesehatan yang sekaligus bisa untuk investasi. Asuransi kesehatang sangat penting bila ada anggota keluarga yang harus menghadapi tindakan medis tak terduga. Jika perusahaan tempat Anda bekerja memberikan fasilitas ini, perhatikan sampai berapa anak yang ditanggung. Umumnya kantor hanya akan menanggung dua anak saja. Jadi jika anak Anda lebih dari dua, sisanya dengan asuransi kesehatan pribadi.

2. Siapkan Dana Cadangan

Dana cadangan fungsinya bila sewaktu-waktu diperlukan, Anda tak perlu meminjam atau berhutang. Sebagai satu-satunya sumber nafkah bagi keluarga, mungkin ini akan sulit dilakukan. Kerahkan segala kemampuan Anda untuk menyediakan pos ini. Bisa dari mengurangi jajan di luar, membawa bekal ke kantor, atau naik kendaraan umum yang lebih murah biayanya, dibandingkan membawa kendaraan sendiri. Berapa dana cadangan yang harus disiapkan? Agar kondisi keuangan keluarga aman, setidaknya simpan dana setara dengan 6 bulan pendapatan Anda. Jika bisa, 8 bulan akan lebih baik lagi.