Bujet Matang, Melahirkan Tenang

Finance - 18 Oct 2019

Melahirkan tentu membutuhkan biaya besar. Apalagi jika kelahiran anak pertama, saat pengalaman masih belum ada. Calon orangtua harus menyiapkan dana untuk kehamilan, melahirkan, hingga pasca bersalin secara seksama. 

Tentu bahagia sekali rasanya bila akan segera menimang anak. Apalagi jika usia pernikahan sudah lumayan lama, anak pastilah menjadi salah satu yang dinanti-nantikan kehadirannya. Nah, sebelum memiliki anak, ada baiknya bila calon orangtua sudah langsung menabung untuk peristiwa besar ini. Jika memungkinkan malah mulai menabung, begitu resmi menjadi pasangan suami istri. 

“Kenapa harus menabung cepat-cepat sih, kan kami juga belum ada rencana untuk langsung memiliki anak?” Mungkin ada yang berpendapat demikian. Tapi, coba pikir lagi deh, bukankah tidak ada salahnya bila menabung lebih cepat, karena kita tidak akan pernah tahu, kapan Tuhan menganugerahkan seorang anak dalam kehidupan rumah tangga kita kelak. 

Selain itu, ada hal lain yang perlu dipertimbangkan: biaya persalinan semakin lama semakin mahal. Belum lagi jika dibutuhkan tindakan lain untuk membantu memudahkan persalinan, seperti induksi, Caesar dan sebagainya. Tentu biaya yang dikeluarkan akan lebih besar lagi. Ohya, satu hal lagi, bukan hanya biaya persalinan saja, biaya kehamilan dan pasca melahirkan juga harus dihitung lho. Mari kita rinci satu persatu.

1. Biaya Kehamilan 

Tidak banyak orang yang sadar bahwa kehamilan pun membutuhkan biaya yang besar. Kebanyakan pasangan hanya fokus pada persiapan biaya untuk persalinan saja. Padahal justru di saat kehamilan inilah calon orangtua memerlukan biaya yang juga besar jumlahnya. Ibu hamil misalnya, memerlukan obat-obatan, perlengkapan pakaian hamil, mulai dari pakaian dalam, pakaian luar, hingga pakaian kerja (untuk wanita pekerja, khususnya) yang sesuai dengan usia kandungan ibu. 

Selain itu, biaya yang paling besar tentunya adalah biaya kontrol kandungan, entah itu ke rumah sakit atau klinik bersalin. Biasanya ibu hamil perlu memeriksakan kandungan sebulan sekali dan durasi ini akan naik bertahap saat usia kehamilan mencapai trimester terakhir, yakni bisa dua atau tiga kali kunjungan dalam satu bulan. Belum lagi obat-obatan yang diperlukan bagi ibu hamil agar janinnya tidak kekurangan asupan dan nutrisi yang dibutuhkan. 

Jika ini merupakan kehamilan pertama, maka pasangan calon orangtua juga perlu membeli perangkat untuk calon bayi. Mulai dari yang paling dasar dulu, misalnya baju, perlak, tempat mandi bayi dan popok bayi. Perangkat lain yang tak kalah penting yang harus dibeli adalah pompa menyusui, botol untuk menyimpan ASI dan alat untuk menyimpan dan mengeringkannya.