Mengatur Rutinitas Si Kecil

Fatherhood - 07 Nov 2018

Mengatur Rutinitas Si Kecil

Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini pasti ada aturannya, begitu juga dengan kita. Mungkin sebagai orang dewasa kita sanggup menjalani  aturan-aturan tersebut, tapi bagaimana jika hal ini harus diterapkan pada anak-anak?

Kehidupan manusia memang tidak terlepas dari yang namanya kegiatan. Mulai dari kegiatan di pagi hari, siang, sore, malam hari hingga saatnya kita tidur. Hal ini tidak terkecuali juga dialami oleh anak-anak mulai dari usia bayi. Namun kalau kita sadari sebenarnya kegiatan rutin ini sangat berguna dan berperan besar dalam perkembangan anak-anak.  Secara definisi, kegiatan dan rutinitas adalah sesuatu yang terjadi di waktu yang sama dan dilakukan dengan cara yang sama juga setiap harinya. Kegiatan seperti bermain, tidur siang, makan atau kegiatan bermanfaat lainnya bisa kita lakukan bersama-sama anak. Apalagi hal ini dilakukan setiap hari, maka kegiatan itu harus membuat anak merasa aman dan nyaman. Di sini anak mulai belajar untuk percaya pada orangtua atau pengasuhnya, bahwa mereka akan diberikan apa yang mereka butuhkan. Di saat anak sudah merasa aman dan menaruh kepercayaan, maka mereka akan mudah diajarkan disiplin dan mematuhi segala sesuatu yang kita ajarkan.

Ajari Disiplin
Apapun kegiatannya, bila dilakukan setiap hari dengan cara yang menyenangkan akan membuat anak merasa diperhatikan. Berilah pengertian kepada si kecil, apa manfaat dari kegiatan tersebut. Contohnya kegiatan mengosok gigi, kita bisa memberikan contoh dengan cara menyikat gigi bersama mereka. Selain itu terapkan metode-metode membujuk anak, agar mereka termotivasi melakukan kegiatan ini. Terangkan juga kepada mereka manfaat menyikat gigi dan apa yang terjadi bila mereka lalai melakukannya. Dalam pengenalan ini, usahakan jangan menakuti anak dengan hal-hal yang berlebihan. Bila sudah menjadi rutinitas yang positif, kita bisa yakin bahwa anak akan lebih dekat dan akan mengurangi sifat melawannya.

Memberi Arahan
Kegiatan yang kontinyu akan membantu anak mengantisipasi masalah yang akan mereka hadapi selanjutnya. Ini akan membuat anak percaya diri dan juga memiliki kontrol atas dirinya. Orangtua juga akan lebih mudah menyuruh mereka tidur pada saat jam tidur tiba, atau hal-hal rutin lainnya seperti mencuci kaki, merapikan mainan, dan bahkan berdoa saat makan. Selain itu anak-anak juga belajar membuat keputusan yang akan memberi mereka banyak tantangan dan wawasan terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, bila sudah teratur dijalankan, juga bisa mengoreksi kata “tidak boleh” atau “jangan lakukan itu”, yang terkadang tanpa tujuan jelas diperintahkan ke anak. Namun bila rutinitas diberikan melalui instruksi atau aturan haruslah yang bisa memandu anak pada tujuan yang positif, misalnya saja perintah, “jangan jajan sembarangan, nanti kamu sakit perut!” atau perintah seperti setelah bermain harus membereskan mainannya, agar tidak rusak dan sebagainya. Karena itu dalam menjalani semua rutinitas ini diharapkan orangtua juga bisa menikmati kebersamaan dengan buah hati mereka. Yuk, kita mulai dari sekarang!  (DL)

Tumbuhkan Keterampilan Sosial


Selain kepercayaan diri yang tumbuh, rutinitas akan mengembangkan keterampilan sosial anak. Ketika anak mulai tumbuh besar, mereka akan berinteraksi dengan banyak orang dan mulai banyak belajar.

Belajar Mengucap Salam
Salah satunya adalah ketika anak mulai mengucap salam kepada orang-orang di sekitarnya. Interaksi seperti ini juga merupakan salah satu bentuk interaksi rutin yang mengajarkan mereka keterampilan bermasyarakat serta diyakini bisa mengembangkan ‘ilmu komunikasinya’. 

Kegiatan Positif
Selain itu waktu makan dan waktu bermain juga merupakan kegiatan positif  yang melibatkan anak dan orangtua secara sosial dan ini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya.

Mengembangkan Diri
Mungkin kita menganggap remeh kegiatan seperti mandi, tidur, bermain, jalan-jalan ke taman dan sebagainya, karena hanya sebatas kegiatan yang biasa. Namun justru kegiatan-kegiatan seperti inilah yang memberi kesempatan si anak untuk bisa mengembangkan dirinya.