Melatih Anak Bersosialisasi

Fatherhood - 30 Jun 2019

Manusia  adalah mahluk sosial, oleh karena itu penting untuk mengenal yang namanya bersosialisasi.
Tidak dapat dipungkiri apapun pekerjaan buah hati kita kedepan, kemampuan bersosialisasi sangat mutlak diperlukan untuk keberhasilannya kelak. 


Mendidik anak agar dapat bersosialisasi itu sangat penting dan sebaiknya pengenalan akan hal ini dilakukan sejak dini.  Dengan bersosialisasi, anak dapat mempelajari sikap bertoleransi, berempati, dan saling berbagi antar sesama.  Anak yang dapat bersosialisasi diharapkan dapat tumbuh menjadi anak yang berprestasi ditengah lingkungannya. Sebagai orangtua, khususnya Ayah, kita harus memberi contoh kepada buah hati kita bagaimana cara mereka bersikap terhadap lingkungan keluarga dan dunia luar.  Sebelum anak kita memasuki usia sekolah, biasanya orangtua akan melihat kemampuan bersosialisasi anak mereka. Apakah mereka sudah dapat berkomunikasi dengan baik dengan lingkungannya apa belum. Atau mereka cenderung pendiam dan takut dengan keramaian.

Lingkungan Sekitar
Ada sejumlah cara untuk mengasah kemampuan ini dan salah satunya melalui bermain bersama dengan anak-anak dilingkungan rumah kita. Hal ini perlu dilakukan agar anak memiliki wawasan mengenai lingkungan yang dapat membantunya beradaptasi. Kalau anak takut, coba ajaklah mereka untuk berjalan-jalan dulu disekitar rumah. Sambil berjalan santai, kita dapat memperkenalkan anak pada orang-orang yang kita kenal. Selain orang-orang, kita juga dapat menunjukan bangunan, pohon dan berbagai benda yang kita temui sepanjang jalan agar anak lebih mengenal situasi sekeliling lingkungan rumah. Bila anak sudah memasuki usia sekolah, kita bisa menjelaskan tentang lingkungan sekolah. Misalnya siapa saja atau apa saja yang dapat kita temukan disekolah. Selain mendapat ilmu, disekolah anak bisa lebih mengasah kemampuan bersosialisasi mereka. Dengan cara ini, anak setidaknya tidak merasa canggung berada ditengah-tengah lingkungan yang  baru.

Aturan Sosial
Untuk dapat diterima dilingkungan sekitar, orangtua harus membekali anak dengan pengetahuan mengenai aturan-aturan yang ada di masyarakat. Misalnya harus memberi salam terhadap orang yang lebih tua, mengucapkan terima kasih bila diberi sesuatu, tidak boleh berebut mainan dengan teman, meminta maaf bila melakukan kesalahan  dan sebagainya. Memang untuk usia yang belum sekolah, aturan-aturan ini agak sulit untuk diperkenalkan pada mereka. Namun aturan-aturan ini bisa diajarkan kepada anak melalui perumpamaan dalam dongeng atau menonton film tentang persahabatan.

Contoh Yang Baik
Anak-anak biasanya mudah meniru apa yang orangtua lakukan, jadi buatlah contoh yang baik untuk anak-anak anda. Dalam hal ini anak biasanya meniru dan mengamati orangtua secara sadar maupun tidak sadar. Misalnya kita sedang berbicara dengan tetangga, biasanya mereka memperhatikan walaupun sebenarnya tidak mengerti. Atau saat kita bersikap sopan saat menerima tamu yang berkunjung kerumah kita. Anak kita akan menjadi supel, suka bergaul dan sopan, bila orangtuanya juga mencontohkan ini kepada anak-anaknya. Jadi jangan sungkan-sungkan untuk mengajari anak perilaku dan norma-norma yang benar ini pada mereka.


Beri Kebebasan
Pengalaman anak yang bisa bersosialisasi dengan berbagai macam lingkungan membuat mereka kaya akan wawasan. Banyak cara yang dapat membuat anak mahir bersosialisasi, contohnya saja, Ayah dapat sekali-sekali mengajak anak ke bengkel untuk  sekedar melihat-lihat sesuatu yang baru. Bila di bengkel bertemu orang, ajarkan anak untuk percaya diri banyak bertanya kepada orang-orang yang dijumpainya. Atau bisa juga mengajak kepasar dengan ibunya. Dipasar anak juga diajarkan untuk bertanya dengan sopan kepada penjual. “Bu ini harga tomatnya berapa ya?” atau pembicaraan lainnya. Hal ini selain memberi pengalaman yang baik, juga bisa melatih kepercayaan diri dalam bersosialisasi. Selain itu berilah kebebasan pada anak untuk bergaul dengan macam-macam lingkungan. Orangtua tidak perlu takut akan pergaulan yang buruk, jika kita sendiri telah memberi mereka fondasi dasar-dasar moral yang kuat. Disini orangtua tugasnya hanya memantau dan memberi arahan bila anak sudah keluar dari jalurnya. Intinya dengan melatih anak bersosialisasi, berarti anda telah memfasilitasi masa depan anak anda dengan sesuaitu yang sangat berharga yang dapat dipergunakanya kelak. Semoga! (DL)

foto: popsugar.com


Agar Anak Dapat Bersosialisasi

Kegiatan Luar Rumah

Ajaklah anak kita untuk berkumpul dengan anak lainnya serta orang dewasa diluar lingkungan keluarga inti atau keluarga besar.

Menugasi Untuk Bicara
Cara ini terbilang mudah. Kita dapat menugaskan anak kita untuk mengangkat telepon, sehingga dia dilatih untuk bicara dengan orang yang belum kita kenal.

Menyambut Tamu
Bila kita kedatangan tamu yang kita kenal, mintalah anak yang membukakan pintu dan ajarlah mereka untuk menyambut tamu. Dengan hal mudah ini, anak pendiam sekalipun dapat dilatih untuk bersosialisasi.

Bermain di luar
Jangan takut di culik atau anak takut tertabrak bila bermain diluar. Kita hanya butuh memberi arahan saja pada anak kita untuk lebih hati-hati bila bermain diluar rumah. Hal ini diyakini anak-anak bisa lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan dan  bersosialisasi dengan baik.