kulit sehat untuk pria dan wanita di segala kesempatan

Citybuzz - 08 May 2019

Kompetensi spesialistik dan pemanfaatan teknologi merupakan kunci utama untuk perawatan kulit secara optimal, termasuk perawatan wajah. Dengan memadukan unsur teknologi dan ketrampilan klinis, dokter spesialis kulit dan kelamin akan menangani permasalahan kulit dengan metode yang terukur, personal dan sesuai dengan karakteristik kulit pasien.

Terapi Kombinasi Bamed Skin Care, suatu penanganan terkini dalam bidang perawatan kulit dilakukan untuk menjawab berbagai macam masalah estetika untuk mendapatkan kulit sehat untuk pria dan wanita di segala kesempatan, seperti jelang hari Raya, pernikahan, liburan, hamil dan menyusui, dll. Terapi ini bermanfaat untuk mengatasi seluruh masalah kulit, seperti pigmentasi, jerawat, kemerahan, tekstur permukaan kulit hingga kerutan, baik pada pria maupun wanita.

Terapi Kombinasi atau Combination Rejuvenation Treatment (CRT) merupakan penggabungan dari beberapa prosedur rejuvenasi yang dilakukan untuk mengatasi berbagai aspek penyebab masalah kulit yang telah teruji klinis dan dipublikasikan secara ilmiah. Terapi Kombinasi ini melibatkan terapi konvensional dan beberapa prosedur terbaru yang dilakukan dalam kombinasi, kerjanya saling melengkapi dalam mengatasi berbagai aspek masalah kulit.

dr. Adhimukti T. Sampurna, Sp.KK, FINSDV, Chief Medical and Ancillary Service Officer Bamed Health Care dalam sambutannya pada Seminar Media hari ini mengatakan, “Terapi Kombinasi Bamed Skin Care didukung teknologi terdepan, seperti teknologi laser, radio frekuensi, mikrodermabrasi dan chemical peeling. Dengan teknologi terdepan, prosedur dapat dilakukan secara cepat dengan hasil yang optimal, efektif, risiko efek samping yang lebih kecil serta minimal invasif (minimal perdarahan). Terapi ini dapat dilakukan untuk pria dan wanita dan dalam berbagai kesempatan, termasuk pada bulan Ramadhan yang akan kita jelang ini.” 

Tentang proteksi kulit dari dehidrasi di ibadah Ramadhan, dr. Ika Anggraini, SpDV, menjelaskan, “Kendala menjaga hidrasi kulit pada saat Ramadhan adalah karena perubahan pola asupan makanan, dimana biasanya tubuh dapat memperoleh asupan tanpa adanya batasan jam khusus, namun ketika Ramadhan maka tubuh tidak mendapat asupan dalam kurun waktu sekitar 13 jam. Tubuh kita tetap bermetabolisme seperti biasanya, mengekskresikan cairan dari keringat dan buang air kecil sehingga apabila asupan cairan kurang ketika sahur atupun buka puasa maka hal tersebut dapat menjadi kendala bagi tubuh kita. Terlebih lagi apabila terdapat penyakit penyerta contohnya diare, demam tinggi, ataupun diabetes melitus maka hal tersebut akan memperparah masalah dehidrasi kulit ketika Ramadhan. Kulit yang kering akibat dehidrasi akan menyebabkan barrier kulit terganggu sehingga bahan iritan ataupun bakteri lebih mudah masuk ke kulit.”

Ia melanjutkan, “Kita dapat menghindari dehidrasi pada kulit semasa Ramadhan, antara lain dengan memperoleh asupan cairan yang cukup ketika sahur dan buka puasa. Usahakan minimal 2 liter atau 8 gelas per hari. Direkomendasikan untuk minum 2 gelas air putih saat berbuka, 4 gelas saat makan malam hingga menjelang tidur, dan 2 gelas ketika sahur, mengkonsumsi makanan berkuah (sup), sayur contohnya selada, dan buah-buahan yang banyak mengandung air contohnya semangka dan jeruk

sehingga dapat menambah asupan cairan pada tubuh selain dari konsumsi air minum. Disarankan untuk mengurangi konsumsi kafein karena kafein merupakan diuretik yang akan meningkatkan risiko kehilangan cairan dari tubuh. Hindari pajanan sinar matahari yang berlebihan karena suhu lingkungan yang panas akan meningkatkan ekskresi keringat dari tubuh dan meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi.”

“Olahraga akan lebih optimal apabila dilakukan setelah berbuka puasa karena kebutuhan dan eksresi cairan yang meningkat ketika olahraga. Tentu saja akan lebih baik lagi dilakukan jika setelah menjalankan ibadah shalat tarawih, agar lebih lengkap ibadahnya. Mandi dua kali sehari dengan air biasa atau suam kuku, gunakan sabun berpelembab, serta pelembab secara rutin dapat membantu mempertahankan kelembaban kulit,” ungkapnya.

Tentang Terapi Kombinasi yang bisa dilakukan selama bulan Ramadhan, ia menjabarkan, “Terapi Kombinasi yang dapat dilakukan selama bulan Ramadhan dipilih sesuai dengan permasalahan kulit yang dihadapi. Pada umumnya ketika Ramadhan maka kulit menjadi menjadi lebih kusam dan kering, sehingga pori-pori tampak lebih besar dan garis-garis kerutan halus tampak lebih nyata. Terapi yang dapat dilakukan antara lain adalah Athena atau Mikrodermabrasi, Rejuvenating Peel atau Clarifying Peel, Oxygeneo,Intraceutical serta Skin booster. Terapi Kombinasi untuk mengatasi kulit kusam dan menghidrasi kulit contohnya adalah Athena dengan intraceuticalpeeling dengan intraceutical, dan oxygeneo dengan masker black/green.”

“Sedangkan dalam menyambut hari Raya Idul Fitri, hari dimana kita akan banyak bersilaturahmi dengan keluarga, teman, maupun kolega maka diharapkan tampilan kulit lebih sehat, cerah dan tampak bercahaya. Terapi Kombinasi akan memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan Single Rejuvenation Treatment. Adapun Terapi Kombinasi yang dapat dilakukan antara lain adalah Peeling dan laser Q-switch Nd-YAG , Athena, intraceutical, dan laser Q-Switch Nd-Yag serta Oxygeneo dan Laser Q- Switch Nd-Yag,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama dr. Conny Melly Rosdiana, SpKK, menambahkan tentang Terapi Kombinasi, “Dokter spesialis kulit akan menilai kondisi kulit pasien untuk memberikan Terapi Kombinasi yang tepat untuk semua kebutuhan dan di berbagai kesempatan.”

“Namun demikian”, ia menambahkan, “Penting untuk diketahui bahwa setelah terapi kita wajib mengikuti instruksi perawatan pascatindakan yang telah diberikan dokter seperti menghindari paparan sinar matahari langsung dengan menggunakan tabir surya, dilarang menggunakan krim malam selama 37 hari pasca tindakan (tergantung jenis tindakan), gunakan pembersih wajah yang lembut dan jangan menggaruk wajah atau mengelupas kulit wajah serta tidak memakai make up pascatindakan laser fractional CO2 atau dermapen.”

Pada presentasinya, ia mengatakan, “Pada dasarnya untuk mendapatkan kulit sehat di berbagai kesempatan, kita harus menerapkan pola makan sehat dan seimbang dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, cukup minum air putih, olahraga secara rutin, cukup istirahat, mengurangi stress, hindari rokok dan alkohol, dan pastikan kulit terlindung dari paparan sinar matahari langsung serta melakukan perawatan kulit secara teratur.”

Keinginan untuk memiliki kulit sehat serta terawat tidak hanya menjadi harapan kaum wanita saja, ternyata kaum pria pun punya keinginan serupa, namun ada beberapa perbedaan mendasar antara kulit pria dan kulit wanita sehingga berbeda pula kebutuhan dan perawatannya.

“Terdapat beberapa perbedaan karakteristik pada kulit pria dan wanita, diantaranya ketebalan kulit dimana kulit pria lebih tebal bila dibandingkan kulit wanita. Umumnya produksi dan kelenjar minyak pada kulit pria lebih banyak bila dibandingkan kulit wanita. Rambut pada kulit pria pun lebih banyak daripada wanita,” dijelaskan dr. Yuda Ilhamsyah, SpKK.

“Karena karakteristik dan jenis kulit pria yang lebih tebal, berminyak dan berambut maka perawatan untuk kulit pria harus disesuaikan kondisi dan jenis kulit tersebut. Pemilihan pembersih muka, tabir surya, produk shaving, moisturizer selain yang diperuntukan untuk jenis kulit pria tetapi juga harus mempertimbangkan penyakit kulit yang mendasari,” ia menambahkan, “Permasalahan kulit yang paling banyak dihadapi kaum pria diantaranya adalah jerawat dan bekas jerawat, pori-pori besar, kulit sensitif, dermatitis atopik, dermatitis seboroik dan keratosis seboroik.”

“Tidak ada satu jenis terapi yang paling tepat untuk pria pada segala jenis usia dan segala aktivitas. Terapi yang diberikan selalu bersifat personalized (pribadi), terapi akan disesuaikan dengan kondisi dan jenis kulit pasien, usia, aktivitas, lifestyle, kepatuhan dan keinginan dari pasien itu sendiri. Terapi yang aman dan sering dikerjakan pada pria contohnya, chemical peeling, microdermabrasi dan suntik jerawat,” tutupnya. (red)