Mempersiapkan Dana Darurat

Citybuzz - 14 Mar 2019

Setiap orang yang sudah berkeluarga pastinya memiliki banyak kebutuhan, karena bukan saja kebutuhan pribadi  namun harus memenuhi kebutuhan seisi keluarga. Dilain sisi perencanaan keuangan selalu menjadi momok bagi kita yang baru membangun keluarga. Tingkat kebutuhan yang semakin tinggi dan tuntutan “harus hidup konsumtif” kadang membuat perencanaan keuangan kita berantakan, dan hal ini diperburuk kalau  kita tidak mempunyai dana darurat. Kesalahan semacam ini kerap kali kita lakukan tiap bulan sehabis gajian, pengeluaran tidak terkendali karena harus membiayai kebutuhan dan bahkan uang habis hanya untuk membayar berbagai cicilan.

Menurut Melvin Mumpuni, Founder and CEO Finansialku, “Dana darurat adalah instrument keuangan yang harus disiapkan paling awal karena berfungsi sebagai dana utama yang akan digunakan saat terjadi keadaan mendesak atau genting diluar rencana yang telah kita buat sebelumnya. Ada 3 tips dalam mempersiapakan dana ini, yang pertama adalah tentukan jumlahnya dan dana darurat yang ideal bagi orang yang masih lajang adalah 6 kali dari pengeluaran bulanan. Sedangkan untuk yang sudah menikah bisa mencapai 9 sampai 12 kali dari pengeluaran bulanan. Yang kedua monitor dana darurat yang sudah terkumpul dan usahakan nilainya berada diatas kenaikan harga-harga kebutuhan dasar. Sedangkan faktor ketiganya, dimana dana darurat itu akan kita simpan. Karena kalau kita salah menyimpan, nilai dana darurat yang kita simpan akan berkurang nilainya.”

Salah satu solusi untuk menghindari hal buruk ini adalah mengalokasikan sebagian sumber penghasilan ke cara yang tepat, misalnya saja berinvestasi untuk menambah dana darurat. Selain itu kurangi berbelanja yang tidak darurat seperti membeli pakaian, sepatu, atau kurangi durasi ke pusat perbelanjaan. Melihat hal ini beberapa waktu lalu, Treasury, sebuah aplikasi jual beli emas yang dapat kita download melalui smart phone kita di Google Play atau langsung akses di  www.treasury.id menginisiasi gerakan #PunyaSimpenanEmas. “Melalui gerakan ini, kami ingin kembali mengingatkan masyarakat untuk menabung, sebagaimana yang telah diajarkan saat kita masih anak-anak. Kami percaya, berapapun jumlah yang kita tabung, jika dilakukan secara konsisten kelak akan sangat membantu untuk mewujudkan harapan yang kita miliki. Kenapa harus emas? Hal ini dikarenakan nilai emas yang terus menguat dan emas sangat mudah diuangkan. Sebagai contoh harga emas di tahun 2007 Rp.189,952 per gram, dengan uang 1 juta rupiah kita dapat membeli 5.26 gram. Di tahun 2017 emas per gram nya mencapai 600 ribuan rupiah. Itu artinya nilai emas kita meningkat berkali-kali lipat,” Jelas Narantara Sitepu selaku Head Of Brand Development Treasury. “Kami berharap gerakan ini bisa mengedukasi masyarakat, untuk segera mempersiapkan dana darurat sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Simpanlah dana daruratdalam bentuk emas di Treasury, yang bisa kita beli mulai dari Rp.20.000,- dengan harga terbaik yang selalu di update setiap menit. Selain itu Simpenan Emas pelanggan di Treasury, dapat dicairkan kapanpun setiap saat pengguna membutuhkan dana darurat,” tambah Narantara. (DL)