Memperhatikan kesehatan Lansia Agar Tetap Aktif dan Produktif

Citybuzz - 12 Nov 2019

Jumlah penduduk berusia lanjut (60 tahun ke atas) di Indonesia terus mengalami peningkatan. Badan Pusat Statistik memprediksi pada tahun 2035 jumlah lansia akan mencapai 48 juta jiwa atau 15% dari total penduduk Indonesia. Tingginya jumlah penduduk lansia dapat membawa dampak positif, hanya apabila mereka tetap dalam keadaaan sehat, aktif, dan produktif. Sebaliknya, penduduk lansia yang memiliki masalah penurunan kesehatan dapat mengakibatkan peningkatan biaya kesehatan serta menciptakan lingkungan yang tidak ramah terhadap lansia. Menjelang Hari Kesehatan Nasional, Nestlé Health Science (NHS) melalui Nestlé BOOST Optimum mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan para lansia agar mereka dapat lebih bersemangat menjalani hidup dan meraih mimpi-mimpi yang tertunda.

 

Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD-KGer selaku dokter spesialis geriatri, menjelaskan, “Di Indonesia, masih banyak lansia yang mengalami ketidakcukupan gizi (malnutrisi), padahal asupan gizi yang seimbang sangat penting untuk membantu para lansia agar tetap sehat. Seiring bertambahnya usia, terjadi penurunan fungsi tubuh dan perubahan metabolisme yang dapat membuat para lansia lebih rentan terhadap penyakit dan kehilangan massa otot. Malnutrisi pada lansia dapat mengakibatkan penurunan berat badan, kelelahan, dan tidak berenergi, kehilangan massa dan kekuatan otot, daya ingat yang melemah, kerentaan, mudah sakit dan perlu waktu lama untuk sembuh. Kondisi ini dapat mengganggu para lansia dalam menjalani aktivitas hariannya.”

Marketing Manager Nestlé Health Science (NHS), dr. Yulia Megawati mengatakan, Berkomitmen dalam mengembangkan terapi gizi sebagai solusi bagi perawatan kesehatan di Indonesia, NHS menghadirkan Nestlé BOOST Optimum, produk yang diformulasikan secara khusus, yang mengandung 50% protein whey dan perbandingan komposisi whey dan kasein-nya sebesar 50:50. Nestlé BOOST Optimum (dulu Nutren Optimum) bermanfaat membantu memenuhi kecukupan gizi untuk mendukung aktivitas harian para lansia. Nestlé BOOST Optimum juga diperkaya dengan Vitamin D, E, B6 dan B12, serta probiotik (Lactobacillus paracasei) dan prebiotik (serat pangan yaitu inulin dan fructo-oligosaccharides). Probiotik dan prebiotik ini berguna untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan.” 

Selain faktor medis seperti riwayat penyakit dan faktor fisik seperti kesehatan gigi yang buruk, faktor sosial seperti rasa kesepian atau depresi juga bisa menjadi penyebab terjadinya malnutrisi pada lansia. Karenanya, keluarga memiliki peran penting untuk membantu menjaga keseimbangan kondisi mental, fisik, dan sosial para lansia. Selain turut mengambil peran dengan melibatkan diri dalam memonitor asupan gizi harian para lansia, keluarga juga perlu menyemangati lansia untuk terus menghidupkan mimpi-mimpi mereka yang tertunda, termasuk mencoba aktivitas baru atau menekuni hobi mereka secara rutin.

Hal inilah yang dirasakan juga oleh Don Hasman, fotografer legendaris Indonesia yang berhasil melakukan perjalanan sejauh 1.000 KM dengan berjalan kaki meski saat itu ia sudah menginjak usia 70 tahun. Jika tubuh sehat, usia bukanlah halangan untuk bisa meraih mimpi. Saya merasa   sangat beruntung memiliki keluarga yang terus menyemangati saya untuk menjalani gaya hidup sehat, sehingga saya dapat tetap aktif hingga kini.

Tidak sedikit lansia yang memilih untuk mengesampingkan mimpi mereka karena ingin memastikan anak-anaknya dapat menikmati kehidupan terbaik. Karenanya di perayaan Hari Kesehatan Nasional ini, Nestlé BOOST Optimum ingin mengajak masyarakat untuk turut meningkatkan kualitas hidup para lansia agar mereka lebih termotivasi dalam meraih mimpi-mimpi mereka yang tertunda,” tutup dr. Yulia Megawati selaku Marketing Manager Nestlé Health Science (NHS). (red)