Family Guide Indonesia

KTP New Normal alias Kartu Identitas Regulasi PSBB (KIRAB) diluncurkan

Citybuzz - 27 May 2020

Kartu Identitas Regulasi PSBB atau KIRAB yang diluncurkan pada hari rabu, 27 Mei 2020 ini diharapkan mampu menjadi sistem penilaian diri sekaligus sistem registrasi nasional Covid 19 berbasis individu. KIRAB merupakan ide pelabelan Platform aplikasi bantujiwa.com yang dikembangkan oleh IMERI FKUI dan didukung oleh Ikatan dokter Indonesia (IDI) berkolaborasi dengan BantuJiwa, start up kesehatan digital, secara langsung mengidentifikasi setiap penduduk Indonesia menjadi merah, kuning atau hijau. 

Prof.Dr.dr.Budi Wiweko, SpOG (K), Guru Besar FKUI sekaligus Wakil Direktur Indonesian Medical Education Research Institute (IMERI) FKUI-RSCM mengatakan, ”Saat ini terdapat lebih dari 20 ribu kasus Covid19 di seluruh Indonesia, dengan 1391 kasus kematian. Sebagai negara terluas dan jumlah penduduk terbanyak di Asia Tenggara, mengendalikan jumlah kasus Covid19 menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. 

“Berbagai upaya telah banyak dikerjakan pemerintah dengan fokus pada tindakan pencegahan seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diawali pelaksanaannya di Jakarta pada tanggal 10 April 2020. Disamping itu penapisan massal digelar di banyak kota besar dengan total jumlah pemeriksaan mencapai ratusan ribu. Berdasarkan data, kita melihat jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 49.361, sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 12.342 di Indonesia,” lanjutnya. 

Dalam uraiannya, ia menjelaskan, “Berkaca pada pengalaman Taiwan yang sukses mengendalikan kasus Covid 19 dengan menggunakan teknologi dan data yang terintergrasi , maka saat ini diperlukan pembangunan data penduduk Indonesia tentang Covid 19 yang nantinya dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan oleh pemerintah.Data yang terintegrasi merupakan sebuah keniscayaan dalam bidang kesehatan sekaligus sumber energi baru, data bagaikan minyak baru dalam dunia industri serta kata kunci bagi kita untuk mengatasi pandemi ini, “ ujarnya. 

Terkait dengan KIRAB, Prof.Dr.dr.Budi Wiweko, SpOG (K) yang juga adalah Ketua Komisi 2 Senat Akademik UI dan Sekjen Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) mengemukakan, “Kartu KIRAB merupakan salah satu solusi yang ditawarkan oleh platform bantujiwa.com. Kartu KIRAB merah mewakili pasien Covid 19 dan PDP, kartu KIRAB kuning mewakili ODP dan OTG sedangkan kartu KIRAB hijau untuk yang sehat dan negatif Covid 19. Kartu KIRAB merah direkomendasikan untuk istirahat di RS, sedangkan KIRAB kuning untuk isolasi mandiri dan KIRAB hijau dapat beraktivitas menggunakan masker serta menjaga physical distancing. Jumlah dan posisi kartu KIRAB akan tampak secara real time sehingga dapat menggambarkan keberhasilan isolasi mandiri dan mobilitas penduduk saat PSBB.”

“Disamping itu akan dikirimkan notifikasi reguler kepada seluruh pemegang KIRAB mengenai edukasi untuk mencegah stress selama isolasi atau alarm pengingat bagi setiap penduduk tentang jadwal pemeriksaan ulang Covid 19 bila dibutuhkan,” ia menekankan. Dalam presentasinya, ia juga menyampaikan manfaat utama KIRAB, “Semua data yang tersimpan akan dimanfaatkan Pemerintah untuk melakukan pengawasan secara kohort terhadap setiap penduduk Indonesia yang terinfeksi maupun yang tidak terinfeksi Sarscov-2. Demikian pula kartu KIRAB yang bisa di dapatkan di bantujiwa.com akan memaksa setiap penduduk Indonesia melakukan penilaian diri dan pemeriksaan Sarscov-2 berbasis rapid test atau PCR sehingga diharapkan akan mendukung penelusuran aktif kasus. KIRAB-bantujiwa.com juga akan membantu setiap penduduk Indonesia dalam melakukan physical distancing yang benar karena setiap pemegang kartu KIRAB akan mengetahui status dirinya serta akan mendapat rekomendasi aktivitas yang dapat dilakukan dari pemerintah. Pengisian dan pemanfaatan KIRAB ini dapat dimulai dari tempat pengisian formulir penapisan Covid 19 di fasyankes, alur penapisan tindakan pembedahan, maupun tempat-tempat yang melakukan penapisan infeksi Sarscov-2. Dengan demikian pengisian serta pemanfaatan data Covid 19 akan cepat dapat dipenuhi untuk menurunkan serta mengendalikan risiko penularan Covid 19 di Indonesia,” tutupnya. (red)