Gaya Hidup Rendah Karbohidrat Dengan Diet Keto

Citybuzz - 07 Apr 2019

Beberapa waktu lalu, Low Carb Indonesia (LCI) bekerjasama dengan Low Carb USA mengadakan konfrensi yang bertajuk, “Indonesia International Low Carb Conference (IILCC) 2019 yang berlangsung selama dua hari di Indonesia International Institute for Life-Science (i3L), Pulomas Barat, Jakarta. Untuk diketahui IILCC 2019 ini adalah seminar internasional kesehatan pertama di Asia yang mengangkat tema Gaya Hidup Rendah Karbohidrat, dan diwujudkan untuk menjadi wadah diskusi secara ilmiah dengan menghadirkan pemateri dari kalangan medis baik dari Indonesia maupun manca negara seperti Amerika Serikat dan juga Australia.

Nur Agus Prasetyo, yang biasa disapa Tyo Prasetyo, selaku penggagas LCI menyatakan,”Adapun tujuan utama dari acara ini adalah untuk mengkokohkan kesadaran hidup rendah karbohidrat kepada masyarakat secara ilmiah dan menjadi salah satu pilihan gaya hidup yang aman. “Mengenal lebih dekat dengan sosok Tyo Prasetyo, ia seorang pribadi yang telah menerapkan gaya hidup puasa berkala dengan pola makan rendah karbohidrat sejak tahun 2008, yang kemudian mengispirasi banyak orang untuk ikut menerapkan gaya hidup ini (diet Keto). Oleh karena itu, di awal tahun 2016, Tyo Prasetyo membuat komunitas daring diet Keto bernama KetoFastosis Indonesia yang memiliki anggota saat ini mencapai 340.000 orang dari Indonesia maupun dari manca Negara.  

Untuk diketahui Diet keto adalah diet yang dilakukan dengan cara menerapkan pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Diet keto kian populer karena disebut-sebut paling cepat menurunkan berat badan dan paling efektif. Namun diet keto juga tergolong kontroversial, karena bila tidak dilakukan dengan tepat, mungkin saja membahayakan kesehatan.

Demi mencapai manfaat penurunan berat badan yang cepat dari diet keto, sebaiknya ketahui dulu berbagai hal tentang diet keto termasuk cara menjalani dan risikonya. Dengan informasi yang cukup mengenai diet keto, Anda juga akan mampu memahami serta memperhitungkan apakah diet jenis ini sesuai dengan kondisi tubuh dan kemampuan fisik Anda.

Diet keto hampir mirip dengan diet Atkins dan diet rendah karbohidrat yang mengurangi konsumsi karbohidrat dan meningkatkan konsumsi lemak, dengan jumlah asupan protein sedang.

Tujuan konsumsi lemak dalam jumlah yang tinggi pada diet keto adalah agar tubuh mencapai kondisi ketosis. Dalam kondisi tersebut, tubuh akan membakar lemak sebagai sumber energi utama. Lemak juga akan diubah menjadi keton pada hati, sehingga memberi suplai energi untuk otak.

Namun Ketosis sebenarnya merupakan kondisi ringan dari ketoasidosis, sebuah kondisi berbahaya yang banyak terjadi pada penderita diabetes tipe 1. Meski masih banyak pro-kontra terhadap diet ini, tapi beberapa studi menunjukkan diet keto tergolong aman dan juga efektif untuk dilakukan, terutama oleh penderita kelebihan berat badan atau obesitas, selama hanya dilakukan untuk batas waktu tertentu dan di bawah pantauan dokter. Pada dasarnya diet apa pun yang dilakukan, tidak akan selalu memberikan hasil yang sama pada tiap orang. Sehingga menyesuaikan jenis diet dengan kondisi, kebutuhan dan kemampuan tubuh sangatlah dianjurkan. Bila perlu, konsultasikanlah dengan dokter atau ahli gizi, sebelum menjalani diet keto. (red)