Family Guide Indonesia




Jerawatan? Jangan Dipencet!

Beauty Story - 03 Aug 2020

Jerawat yang muncul di wajah memang membikin sebal. Tak jarang kita memencet jerawat dengan tujuan mengenyahkannya. Namun yang terjadi, alih-alih pergi, jerawat ini malah makin meradang. 

Tak hanya pada remaja, jerawat juga bisa muncul pada orang dewasa karena berbagai penyebab, salah satunya ketidakseimbangan hormon androgen atau lazim disebut dengan istilah hiperandrogen. Jerawat adalah masalah kulit berupa peradangan. Sayangnya, banyak orang - khususnya remaja - yang tidak mengatasi jerawat mereka dengan benar. Melihat jerawat di wajah sering kali membuat tangan gatal untuk memencetnya atau mengeluarkan isi jerawat dengan harapan jerawat menjadi kempis. 

Padahal, memencet sendiri jerawat di wajah justru memperparah kondisi jerawat dan kulit wajah. Menurut dokter kulit dari Rumah Sakit St Vincent, Melbourne, Australia, Michelle Rodrigues, memencet sendiri jerawat dengan jari-jari yang belum tentu bersih merupakan 'kejahatan' terhadap kulit. "Memencet jerawat akan membuat peradangan lebih buruk dan pada akhirnya bisa terbentuk jaringan parut pada kulit bekas jerawat," sebut Michelle seperti dikutip laman Dailymail. 

Di bawah kulit yang berjerawat mengandung minyak dan kuman yang menyebabkan peradangan. Nah, memencet jerawat justru bisa mendorong isi jerawat ke kulit di sekitarnya. Akibatnya jerawat akan mengalami infeksi dan berbekas warna kehitaman. Jika sudah terbentuk jaringan parut, sifatnya akan permanen sehingga kulit wajah tak lagi mulus. 

Menurut Michelle, jika bisa menahan keinginan untuk memencet atau sekedar menyentuh, jerawat bisa hilang dalam waktu seminggu tanpa bekas. Isi berwana putih pada beberapa jenis jerawat bisa keluar dengan sendirinya tanpa perlu dipencet. Jika jerawat selama berbulan-bulan tidak hilang, pergilah ke dokter kulit untuk mengetahui penyebabnya. Mengatasi jerawat terkadang tak hanya dari luar, tetapi juga dari dalam. 

Konsumsilah makanan sehat, rendah gula, seperti kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, dan ikan. Hindari konsumsi susu sapi berlebihan karena menurut beberapa penelitian bisa meningkatkan risiko kulit berjerawat. Michelle mengingatkan, dokter perlu melihat dampak makanan per hari terhadap munculnya jerawat pada pasien sebelum merekomendasikan asupaan makanan. Minum susu boleh saja jika ternyata tidak memperburuk jerawat.

Sumber: DokterDigital