Family Guide Indonesia

Yuk Dengerin Musik!

Baby & Kids - 31 Jul 2020

Boleh dibilang, lagu adalah bahasa universal yang dimengerti semua lapisan masyarakat. Lagu mampu mempengaruhi emosi setiap pendengarnya dan yang terpenting, bisa membuat kita bahagia!

Sebagian besar masyarakat pasti setuju kalau lagu atau musik adalah bahasa universal yang disukai banyak kalangan. Hal ini karena lagu mampu mempengaruhi emosi setiap orang yang mendengarkannya. Tapi bagaimana jika lagu yang ‘dikonsumsi’ anak-anak tidak sesuai dengan usianya? Coba bayangkan bila anak-anak umur 4 tahun sudah bisa menyanyikan lagu-lagu patah hati atau percintaan yang sering diputar di radio maupun televisi. Lagu atau musik bagi anak-anak adalah sesuatu yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan otak mereka.. Bahkan banyak penelitian yang sudah dilakukan oleh para ahli, dan hasilnya menunjukkan kalau musik mampu mengembangkan tingkat kecerdasan intelegensia (Intelligence Quotient / IQ) dan kecerdasan emosi anak (Emotional Intelligence / EQ). 
   
Semakin Langka

Usia dini merupakan suatu fase umur yang sangat membutuhkan rangsangan-rangsangan positif dalam berbagai hal. Sayangnya saat ini keberadaan lagu anak di Indonesia semakin hari semakin langka saja. Ini bukan hal yang sepele, karena tanpa adanya lagu buat anak-anak, mereka akan mengkonsumsi lagu-lagu orang dewasa. Kalau boleh dibilang ada beberapa manfaat dari lagu anak yang dibutuhkan dan di antaranya adalah untuk melatih otak kiri dan kanan anak. Otak kiri pada anak akan menentukan kemampuan di bidang hitung-menghitung, daya pikir serta kemampuan analisis. Sedangkan otak kanan akan menentukan daya kreatif, daya imajinasi, kemampuan mengambar, kemampuan di bidang musik dan melatih intuisi agar semakin  tajam.

Dengan melatih anak bernyanyi, berarti kita meningkatkan kemampuan mereka dalam bermusik. Selain itu memperdengarkan lagu khusus anak-anak, berarti kita membantu menyeimbangkan emosi anak. Biasanya lagu-lagu yang bernada ceria akan meningkatkan gairah dan semangat anak secara otomatis. Manfaat lain dari lagu anak juga membantu mereka bersosialisasi, karena kebanyakan tema lagu dari anak-anak adalah tentang bermain, persahabatan dan kegiatan keseharian mereka. Walaupun sekarang ini lagu-lagu bertema anak-anak sudah jarang terdengar, tapi bukan berarti kita tidak bisa memperkenalkan lagu anak-anak jaman dulu yang pernah kita dengar waktu kecil. Contohnya saja lagu Naik Delman atau Naik-Naik ke Puncak Gunung ciptaan Ibu Soed. Beberapa toko CD ,masih menjual lagu anak-anak ini, walaupun pilihannya tidak banyak.

Stimulasi Kecerdasan
Bernyanyi untuk anak, tidak hanya baik dilakukan pada saat anak kita baru lahir saja, namun baik juga dilakukan saat anak masih dalam kandungan. Selain itu, kabarnya aktivitas menyanyi ini akan sangat baik selama si kecil berusia satu sampai lima tahun. Karena hal ini dipercaya bisa mempererat hubungan batin antara ibu dan anak dan  bermanfaat untuk menstimulasi kecerdasan anak. Bila hubungan batin antara ibu dan anak sangat kuat, ini akan memudahkan untuk mendidik mereka hingga dewasa nanti. Ketika lagu yang tepat itu masuk ke dalam hati mereka, anak-anak akan terhindar dari pengaruh-pengaruh buruk yang ada di luar rumah. Dengan menyanyi, kita tidak hanya melatih kecerdasan musik anak saja, namun juga kecerdasan verbal dan emosi mereka. Kecerdasan verbal bisa ditemukan dari kosa kata yang terdapat dalam sebuah lirik lagu. Sedangkan kecerdasan emosi lebih kepada perasaan yang mereka dengar dari lagu tersebut.

Kriteria Lagu
Kita sebagai orangtua perlu memperhatikan lagu-lagu yang akan dikonsumsi anak kita. Lagu yang berkualitas bukan hanya bersifat menghibur, namun juga harus mendidik. Ketika memilihkan lagu untuk anak, orangtua juga harus menyesuaikannya dengan tahapan perkembangan anak. Selain itu nilai personal dan budi pekerti yang diajarkan dalam keluarga juga menentukan pertumbuhan anak. Karena setiap keluarga pasti memiliki penekanan nilai yang berbeda-beda. Ada yang mengutamakan kejujuran, prestasi dan sebagainya. Lagu yang dinyanyikan orang dewasa tidak selamanya buruk, ada juga yang bersifat universal dan juga bisa dinikmati segala umur. Tergantung dari lirik yang ada di dalamnya. Tapi sayangnya lebih banyak lagi yang tak sesuai dengan anak-anak. Meski begitu, jika kesulitan untuk menemukan lagu anak-anak, kita bisa mencari lagu orang dewasa yang liriknya positif, agar nilai baik yang terkandung di dalamnya tertanam ke dalam diri anak. Jika tidak menemukannya, kita bisa memperdengarkan mereka lagu-lagu rohani yang diyakini liriknya sesuai ahlak dan moral yang dianut keluarga kita.

Terapi Autis
Musik atau lagu yang sering kita dengar sehari-hari memang dampaknya sangat luar biasa bagi umat manusia. Hampir semua orang Jakarta jaman dulu mungkin pernah mendengar lagu Pok Ame- Ame, yang merupakan lagu terkenal saat kita masih kecil. Nah gerakan sederhana berupa tepukan tangan, ternyata bisa menjadi hiburan tersendiri bagi anak-anak balita. Karena selain menghibur, ternyata gerakan sederhana ini juga bisa menjadi terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus, seperti autis misalnya. Beberapa waktu lalu sekelompok mahasiswa dari Surabaya meriset kalau musik itu ternyata sangat bermanfaat dalam membantu anak-anak autis untuk bisa berkomunikasi. Hal ini dikarenakan anak autis memiliki kesulitan dalam berkonsentrasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Bernyanyi diyakini bisa membantu anak autis dalam mengekspresikan emosi mereka dengan bebas serta melatih kelancaran anak dalam berbicara. Selain itu gerakan tangan yang bersentuhan pada lagu ini juga bisa merangsang saraf motorik dan memberikan rasa aman bagi si anak. Nah, tungu apalagi, segera kenalkan musik yang tepat pada buah hati kita sedini mungkin. Supaya kelak anak-anak kita mendapat masukan yang berguna untuk mendukung pertumbuhan mereka. Selamat mencoba ya! (DL)