Family Guide Indonesia

Waspadai Anak Mendengkur

Baby & Kids - 15 Nov 2020


Mendengkur bisa dialami siapa saja, termasuk anak-anak. Berbagai penelitian menunjukkan 11-12% anak usia 1-9 tahun mengalaminya 3-2 kali dalam sepekan.Tapi jika buah hati tidur kemudian sering mendengkur, Anda perlu waspada.

Apalagi selama mendengkur, anak mengalami gangguan pernapasan, tersedak kemudian terbangun. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa dengkuran pada anak, termasuk bayi jangan diabaikan atau dianggap sebagai kelelahan semata. Karena jika tidak ditangani dengan baik, bisa menyebabkan komplikasi seperti hiperaktif, mengantuk di sekolah, gangguan belajar hingga gangguan pembuluh darah. Pemicu utama dengkuran adalah sleep apnea, yakni penyempitan saluran pernasapan, sehingga bergetar saat dilewati udara.

Pada anak-anak, penyempitan saluran napas saat tidur umumnya dipicu kelainan anatomi (rahang kecil atau saluran napas terlalu sempit), otot dan saraf di saluran napas kurang terkoordinasi dan pembesaran amandel. Menurut Medicalnewstoday, jika gangguan tidur ini tak diatasi, dampaknya bisa lebih serius. Berkurangnya pasokan oksigen yang terus-menerus bisa mempengaruhi fungsi jantung dan pembuluh darah yang akan memperparah hipertensi jika si anak punya faktor risiko terkena penyakit tersebut. -red