Stop Dulu Main Gadgetnya

Baby & Kids - 06 Nov 2018

Ternyata permainan berteknologi rendah seperti balok susun memberikan lebih banyak manfaat ketimbang perangkat touchscreen atau smartphone. Demikian hasil studi yang dilakukan Profesor Marjory Ebbeck, direktur Seed Institute’s Centre of Research and Best Practices, pada bulan Mei hingga Juli tahun lalu.

Pada penelitian yang melibatkan 1.058 orang tua dan 1.542 anak berusia di bawah 7 tahun, menemukan bahwa sebanyak 66% anak berusia 2 tahun dan di bawah 2 tahun bergaul akrab dengan permainan elektronik seperti smarthone dan touchscreen. Tujuh dari 10 orangtua tersebut melaporkan penurunan penglihatan pada anak-anak akibat alat canggih tersebut.

Lebih dari setengah partisipan anak kecanduan gadget. Ini tampak dari tingkah anak yang marah, bahkan mengamuk ketika gadget disimpan atau diambil. Padahal menurut Prof. Marjory, permainan digital tidak bisa menggantikan efek dramatis dari permainan yang nyata atau permainan di luar rumah.

Hal ini karena permainan berteknologi rendah merupakan kunci pertumbuhan holistik anak dan membantu mengembangkan keterampilan motorik. Melalui permainan sederhana seperti balok susun, anak bisa mengeksplorasi, bereksperimen, dan juga belajar mengenai penemuan. I Prof. Marjory juga berpesan agar orangtua bisa menghindarkan anaknya untuk mengekspos perangkat ini, terutama untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun. (red)

foto: metrocebu.news