Sampai Umur Berapa Anak Memakai Stroller?

Baby & Kids - 08 Sep 2019

Masih ingat dengan berita tentang stroller buah hati pasangan artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina beberapa waktu lalu? Stroller seharga Rp. 31 juta bagi si imut Rafathar, itu sempat ‘menaikkan’ popularitas kereta dorong bayi ini.

Salah satu perlengkapan yang umumnya dimiliki oleh keluarga yang baru memiliki bayi adalah stroller. Tentunya tidak sebombastis harga stroller pasangan selebritas itu. Tidak wajib memang, tapi dengan adanya perlengkapan ini, banyak orangtua yang merasa terbantu. Memang, menggendong bayi membuat ikatan batin yang luar biasa antara ibu dan anak. Namun jika menggendong terlalu lama, apalagi jika bobot tubuh anak juga sudah mulai berat, tentu kita akan merasa pegal, apalagi dengan banyaknya kegiatan yang harus dilakukan.  

Melihat pentingnya peran stroller dalam mengasuh bayi dan balita, membuat banyak keluarga muda yang tergantung kepadanya. Pertanyaannya sekarang, sampai berapa lama seharusnya Si Kecil ‘berteman’ dengan stroller?

Terlalu Memanjakan 

Stroller umumnya digunakan bayi dari usia 3 hingga 4 tahun, tentunya sebelum anak dapat benar-benar lancar berjalan. Mesikpun begitu, terkadang ada juga orangtua yang begitu memanjakan anaknya, sehingga sampai umur 5-6 tahun pun masih duduk di stroller, sekedar untuk jalan-jalan ke mall atau bepergian ke tempat lainnya (biasanya saat di luar negeri). Kalau kita melihat tabel pertumbuhan normal, sebenarnya anak sudah mulai lancar berjalan sejak usia 12 bulan sampai 18 bulan, namun di usia ini masih perlu pendampingan dari orangtua. 


Jadi Pemalas

Tak bisa dipungkiri, stroller sangat membantu bila digunakan sewajarnya. Namun perlu dikatahui, upayakan untuk tidak terlalu sering menggunakan alat ini, karena dapat membuat anak menjadi malas berjalan sendiri. Memang sih belum ada penelitian kalau memakai stroller anak akan menghambat pertumbuhan motoriknya. Tapi tidak ada salahnya kalau anak juga mau berjalan sendiri dan jangan takut kalau anak akan kelelahan berjalan. Karena kalau kita terlalu over protective, malah akan membuat anak menjadi manja dan cenderung malas. Selain itu penggunaan stroller bagi anak yang sudah bisa berjalan sebenarnya tidak perlu, orangtua hanya butuh mengawasinya saja saat mereka sedang berjalan-jalan santai di mall atau ke tempat wisata. 

Sampai Kapan Dipakai?

Dengan melihat tumbuh kembang buah hati kita, tentunya kita akan tahu saat yang tepat untuk tidak menggunakan alat ini. Kuncinya, bila anak sudah bisa berjalan sendiri dan sudah bisa mandiri, maka saat itulah harus berpisah dengan stroller. Dan bila saat itu sudah tiba, lipatlah stroller kesayangan Si Kecil. Simpanlah dengan baik di gudang, bungkus yang rapi agar tidak mudah rusak, atau dapat Anda berikan kepada orang lain yang membutuhkannya. (DL)

foto: momtricks.com