Pujian Ternyata Bisa Berdampak Negatif

Baby & Kids - 14 Oct 2017

Memuji betapa pintarnya anak adalah hal yang umum dilakukan orangtua. Namun terlalu sering memuji kepintaran anak ternyata memiliki dampak negatif lho!

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Psychological Science menyebutkan anak yang terlalu sering dipuji kecerdasannya cenderung akan menyontek atau berlaku curang saat ujian. Penelitian yang dilakukan di Cina Timur ini melibatkan 300 anak berusia 3 dan 5 tahun. Peserta diajak bermain tebak-tebakan sebagai alat studi. 

Sebagian peserta dipuji atas kepintarannya, sebagian lainnya dipuji atas performa yang dilakukan, sedangkan sisanya tidak mendapat pujian sama sekali. Peneliti meminta kelompok anak yang dipuji pintar untuk berjanji agar tidak melakukan kecurangan dalam permainan. Namun kamera tersembunyi mendokumentasikan anak-anak tersebut meninggalkan ruangan saat permainan sedang berlangsung untuk melihat kunci jawaban yang diletakkan di meja lain.

Studi ini menunjukkan bahwa memuji kepintaran anak bisa menurunkan motivasinya untuk berusaha lebih keras, karena merasa bahwa kepintaran adalah hal yang pasti dan tidak dapat diubah. Sedangkan anak yang dipuji atas kerja kerasnya akan memiliki kemampuan lebih baik dan lebih termotivasi dibandingkan anak yang sekedar dipuji bahwa dia pintar. Jika anak percaya bahwa kecerdasan mereka bisa dikembangkan dengan usaha keras dan mau belajar, mereka akan lebih mudah menghadapi kegagalan nilai rendah saat ujian. 

Oleh sebab itu, berikan pujian pada anak dengan cara yang benar, yakni memuji usaha yang ia lakukan dan bukan kepintarannya. Karena yang terpenting bukanlah hasil akhir, namun usaha dalam mencapainya. (FD)

Photo: focusonthefamily.com