Pola Asuh Sebabkan Anak Tantrum

Baby & Kids - 04 Sep 2019

Si Kecil ikut shopping bersama Anda. Ketika Anda tidak membelikan benda yang diinginkannya, Si kecil marah dan menjerit-jerit, sampai Anda kewalahan menghadapinya. Ternyata anak tantrum bisa disebabkan karena pola asuh orangtua.

Temper tantrum adalah luapan kemarahan atau emosi yang meledak-ledak secara tiba-tiba dan tidak direncanakan. Biasanya terjadi pada anak usia 1 hingga 4 tahun, disebabkan karena anak mengalami frustasi, lelah, keinginan tidak terpenuhi, sakit dan sebagainya. 

Sebagai orang tua, Anda bisa mempertimbangkan hal ini: kebanyakan anak usia 2 tahun memiliki keterbatasan kosa kata. Terkadang Anda Anda bisa mengerti apa yang disampaikannya. Tapi, orang lain tidak dapat mengerti. Ketika anak ingin mengatakan sesuatu dan Anda tidak mengerti – atau Anda tidak memenuhi keinginannya, anak pun menangis dan marah. 

Tantrum yang alami, memang terjadi pada anak-anak yang belum mampu menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan rasa frustrasi mereka, karena tidak terpenuhinya keinginan mereka. 

Selain hal-hal yang sudah disebutkan, tantrum bisa disebabkan karena pola asuh orangtua. Bila Anda terlalu memanjakan anak dan selalu mengabulkan semua permintaannya, anak bisa tantrum jika suatu kali Anda menolak permintaannya. 

Pola asuh yang tidak konsisten juga dapat menyebabkan anak tantrum. Contoh ketidak-konsistenan pola asuh adalah  tidak menetapkan aturan dengan jelas, misalnya dalam hal melarang atau mengijinkan. Atau orangtua sering mengancam akan menghukum tetapi tidak dilakukan. Anak yang bingung akan mengalami tantrum jika ia akhirnya mendapat hukuman.

Tantrum harus diatasi karena jika dibiarkan anak dapat menggunakan tantrum untuk memanipulasi Anda dan orang-orang disekitarnya. Lakukan hal berikut untuk mengatasi anak tantrum:

- Hadapi dengan tenang, jangan terpancing emosi. 

- Katakan dengan tegas kalau ia harus menghentikan perilakunya. Jika anak menolak, abaikan atau acuhkan anak  dan berikan waktu hingga tantrum mereda. Ingatlah, penting bagi orangtua bersikap tegas dan konsisten agar anak belajar kalau tantrum bukan sebuah cara untuk mendapatkan keinginannya.

- Buat peraturan yang jelas bagi anak. Sehingga anak dapat mengingat kapan mereka diperbolehkan, dan kapan tidak boleh untuk menunjukkan sikap perilaku tertentu.

- Jangan sesekali menyuap anak dengan hadiah untuk menghentikan tantrum. Karena dengan menyuap, anak akan belajar mendapatkan sesuatu dengan tidak seharusnya.

- Jangan pernah memukul anak, karena itu tidak  mengatasi masalah. Sebaliknya anak akan merasa ia tidak disayang. 

- Ketika tantrum anak reda, cari tahu apa penyebab anak menjadi tantrum, dan ajarkan anak agar tidak mengulangi kesalahannya. (red)