Penting Deteksi Status Gizi Anak

Baby & Kids - 14 Jun 2017

Masalah gizi pada balita akan menentukan kualitas manusia di masa akan datang. Agar mendapatkan generasi yang berkualitas, orangtua perlu melakukan deteksi dini masalah gizi, serta praktik pemberian makanan yang tepat dalam 1000 hari pertama kehidupan anak. 

Ketua UKK Nutrisi & Penyakit Metabolik IDAI sekaligus Ketua Divisi Nutrisi & Penyakit Metabolik dari Departemen IKA FKUI-RSCM dr. Damayanti Rusli Syarif, Sp.A(K), yang harus dilakukan untuk mendeteksi dini masalah gizi adalah dengan memantau pertumbuhan balita. "Ada posyandu dimana para ibu bisa menimbang berat badan, mengukur panjang badan serta lingkar kepala balita, kemudian hasilnya akan dicatat di KMS (kartu menuju sehat)," kata Damayanti dalam acara "Indonesia Cinta Sehat: Melalui Dukungan Nutrisi dan Tumbuh Kembang Anak" di Jakarta, baru-baru ini. 

Selain posyandu, pertumbuhan balita juga bisa dipantau di puskesmas, rumah sakit, bidan dan praktik pribadi. Gizi buruk, kata Damayanti, bisa berdampak pada perkembangan anak dan balita, terutama perkembangan otak mereka. Gizi buruk yang berlangsung terus menerus membuat otak sulit berkembang. Dalam proses pertumbuhan seorang manusia, usia emas anak dan balita adalah masa-masa di mana perkembangan badan dan kemampuan otak mencapai titik yang paling maksimal.

 Dalam tiga tahun pertama usia anak, terjadi pertumbuhan otak yang pesat, yaitu dari sekitar 400 gram saat lahir menjadi 1.200 gram pada usia tiga tahun. Kualitas anak ditentukan oleh proses tumbuh kembang di 3 tahun pertama sang anak, yang harus sesuai dengan pertumbuhan otaknya. "Orangtua harus bersikap proaktif untuk mengonsultasikan pada petugas kesehatan, jika terdapat penyimpangan dari garis pertumbuhan anak," tandas Damayanti.  

Sumber: DokterDigital

foto: tinkturedrsulca.com