Family Guide Indonesia

Mogok, Si Momok Para Orangtua

Baby & Kids - 11 Feb 2020

Bayangkan bila Si Kecil yang biasanya tak sabar ingin berangkat sekolah, namun suatu hari tiba-tiba mogok sekolah. Apa yang harus dilakukan para orangtua? 

Bingung. Pasti itu adalah reaksi pertama orangtua saat menghadapi anaknya yang tiba-tiba enggan sekolah. Apalagi bila sebelumnya ia tampak sangat menikmati waktu selama di sekolah. Tenang, tak perlu gusar. Berikut cara ampuh untuk mengatasinya:

1. Jangan Ditanggapi Berlebihan

Menurut Heather Wittenberg, Psy.D., seorang psikolog yang berbasis di Hawai, fase ini terbilang normal. “Anak baru menyadari seberat apa berpisah dengan Anda setiap hari. Meski kelihatannya enteng, fase taman kanak-kanak adalah masa transisi yang cukup berat bagi balita,” ujarnya.

2. Jangan Pernah Marah 

Jika Si Kecil masih tetap mogok selama berhari-hari, jangan pernah memarahinya. Hal ini malah akan menambah kebencian anak kepada sekolah. Karena menurutnya, penyebab kemarahan orangtuanya (lagi-lagi) karena urusan sekolah. Bersabar saja dan isi waktu selama mogok tersebut dengan mendidik sendiri Si Kecil di rumah. 

3. Cari Penyebab dan Solusinya

Bisa jadi karena diusili teman, dibentak guru, atau kegiatan sekolah yang tidak berkenan di hatinya. Coba selidiki apa penyebab mogok Si Kecil dengan bertanya kepadanya secara baik-baik dan dengan nada santai. Segera cari solusinya bila masalahnya sudah diketahui. Jika perlu, konsultasikan hal ini dengan guru atau pembimbing di sekolah. 

4. Menulis Buku Harian  

Buatlah diary tentang hal-hal yang dialami Si Kecil di sekolah setiap hari. Isi diary itu setiap malam bersamanya sambil ngobrol mengenai pengalaman seru di sekolah. Selain Anda bisa mengetahui apa yang terjadi di sekolahnya, hal ini akan meningkatkan kemampuan menulis dan membaca anak.

5. Bawa Benda Penghiburan  

Bawakan benda yang bisa menghibur Si Kecil saat ia merasa sedih di sekolah. Misalnya foto ceria sekeluarga yang dimasukkan ke dalam gantungan kunci lalu dikaitkan ke tas sekolahnya atau hal lain yang menjadi comfort thing bagi anak. 

PERKUAT DAYA TAHAN PSIKOLOGIS ANAK

Selain bekal makanan, bekali pula anak dengan daya tahan psikologis berikut, agar ia lebih tahan saat menghadapi berbagai peristiwa tak mengenakkan yang terjadi padanya di sekolah:  

1. Membentuk rasa percaya diri anak dalam menghadapi berbagai tuntutan.

2. Menerapkan pola asuh yang tepat sehingga anak tahu mana yang salah dan benar.

3. Menggali dan mendukung kemampuan anak di berbagai bidang, sehingga ia memiliki rasa kompetensi.

4. Memberikan waktu khusus berkualitas untuk mencurahkan kasih sayang meski orangtua sibuk.

5. Selalu mendengarkan pemikiran dan perasaan anak. Dengan begitu, anak akan merasa ada sosok pelindung yang bisa dijadikan tempat curhat.

6. Mendorong anak untuk mandiri sesuai kemampuannya. Misalnya, membereskan mainan, alat tulisnya, makan, dan menyelesaikan tugas-tugasnya sendiri sesuai kemampuan. Semua dilakukan sendiri dengan bantuan minimal dari orang dewasa.

7. Tidak mencap atau menilai anak secara negatif. (Red)